SMK MU Sidorejo Pagelaran Bekali Siswanya Ekstrakurikuler Khusus BTQ

Foto : Siswa mengikuti BTQ. (ist)

BACAMALANG.COM – SMK Miftahul Ulum Sidorejo Pagelaran bekali siswa – siswinya ekstrakurikuler khusus Baca Tulis Quran (BTQ) agar setelah lulus siswanya bisa mengaji.

Kepala SMK Miftahul Ulum, Saifudin Zuhri menjelaskan, BTQ memang wajib diikuti dalam Kurikulum-13 dan memang ekstrakurikuler khusus bagi peserta didik yang tidak bisa membaca kitab suci Al Quran.

“Ini sebagai motivasi bagi anak yang masuk SMK MU harus bisa baca tulis Quran melalui penjaringan penerimaan peserta didik baru. Kami membuat TPQ Baca Tulis Al-Qur’an sebagai syarat masuk di lembaga ini ,jadi keluar bisa baca kitab sucinya ,kan aneh kalau muslim tidak bisa membaca,” kata dia.

Harapan orang tuanya memasukan putra putrinya masuk di SMK MU, memang bisa membaca dan menulis Al Qur’an.

Waka Kesiswaan SMK Miftahul Ulum, Sugiono menambahkan, di lingkungan pendidikan seperti inilah program -program kesiswaan sama saja dengan sekolah, yang lain artinya mengacu kepada ketentuan yang ada.

“Pendidikan karakter ini bisa melalui dua jalur yakni ekstra dan intra kurikuler, kalau kita ini memasukaanya melalui intra kurikuler,” terangnya.

Implementasi pendidikan karakter, juga terdapat dalam esktrakurikuler Silat Walet Putih, Pramuka, Musik dan Sholawat Al Banjari.

Bahkan untuk Silat Walet Putih, salah satu siswanya Rudi Putra menyabet juara dua bela diri untuk kategori  tanding Dewasa yang diselenggarakan pada kejuaraan  pencak silat Nasional di GOR Ken Arok Kota Malang .

“Marching Band dan Walet Putih kan menggambarkan kedisiplinan, ketegasan dan tanggung jawab yang tinggi, ini kan salah satu pendidikan karakter, ” ungkapnya. 

Untuk diketahui, BTQ di SMK MU Sidorejo Pagelaran ini adalah satu -satunya yang menerapkan pendidikan karakter  keagamaan agar anak – anak menjadi insan yang handal dan cerdas.

Menurutnya, dari 400 siswa SMK MU kemungkinan ada 100 siswanya yang masih belum melek baca kitab suci Al Quran. Penelusuran ini dilakukan setelah adanya test baca Al Quran yang masih minim, sehingga ekstra kurikuler BTQ wajib .

“Seng penting asalae gak iso ngaji, metu teko SMK MU iso ngaji,” jelasnya. (yon)