Soroti Nasib Muslim Uighur di Afghanistan, Begini Pandangan Ketua DPP IMM

Caption : Rimbo Bugis. (ist)

BACAMALANG.COM – Pasca kemenangan Taliban di Afghanistan, peta geopolitik di negara tetangga Iran ini diperkirakan turut merubah peta politik dunia.

Beberapa waktu lalu ,Senin 6 September 2021, Ketua Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) Rimbo Bugis, mengeluarkan statement meminta Indonesia untuk lebih berperan aktif dalam segenap upaya melindungi muslim Uighur yang masih berada di Afghanistan.

Hal ini karena etnis Muslim Uighur yang mengalami ketakutan dideportasi ke China. Berita pernyataan IMM tersebut sempat viral di media.

Untuk mengetahui berbagai pandangan, sikap, dan solusi krisis Uighur di Afghanistan, kami berhasil mewawancarai Ketua Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) – Rimbo Bugis.

Terima kasih atas waktu Anda Bapak Rimbo Bugis, kita mengetahui bahwa 6 September 2021 Pengurus Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Pusat mengeluarkan sikap mendorong Pemerintah Republik Indonesia agar ambil peran membantu Uighur dalam persoalan pengambilalihan kekuasaan Taliban di Afghanistan, apakah ada kajian akademik atas sikap tersebut?

Kalau kajian tentang Uighur ini sudah sangat lama, IMM sendiri sudah pernah turun aksi. Bahkan Saya juga beberapa kali sudah turun aksi menggunakan teman IMM yang isunya adalah bagian dari kajian tentang Uighur ini.

Namun untuk pernyataan kemarin itu kami hanya melanjutkan sikap kita sebelumnya, yakni mengawal 7 (tujuh) sikap dari Pengurus Pusat Muhammadiyah yang menegaskan dan meminta Pemerintah Republik Indonesia untuk melindungi warga Uighur.

Ada alasan lebih rinci?

Alasannya adalah mengawal tuntutan Pengurus Pusat Muhammadiyah dan implementasi kajian kita terdahulu saja.

Sebenarnya kemarin bukan secara kelembagaan, tapi saya sebagai salah satu Ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) konsennya ke situ, makanya setiap ada isu tentang Uighur saya ikut concern memberikan pernyataan.

Tapi uniknya pernyataan ini langsung disambut dengan banyak pemberitaan, kenapa bisa begitu?

Saya memang konsennya disitu, jadi mungkin mereka melihat akurasi pernyataannya.

Menurut Anda apakah Pemerintah Republik Indonesia akan memiliki keberanian dalam masalah ini, mengingat ada peran Tiongkok yang terus terang meminta Taliban membantu menutup ruang gerak untuk Uighur yang tergabung dalam ETIM di Afghanistan?

Ya kalau pemerintah mau lebih tenang lagi, maka harus berani mengambil sikap itu, karena pemerintah harus sadar bahwasanya penolakan terhadap penindasan dan pembantaian etnis Uighur oleh rakyat Indonesia itu cukup besar.

Meskipun kerjasama bilateral antara Indonesia dan China cukup bagus, tapi Indonesia harus punya alasan dan sikap untuk melindungi segenap manusia yang tertindas.

Pemerintah tidak punya alasan untuk membiarkan penindasan yang ada, harus ada cara untuk menyelesaikan masalah Uighur ini.

Apakah IMM juga berkomunikasi dengan organisasi lain di Indonesia untuk menambah dukungan dalam isu ini?

Selama ini kami selalu berkomunikasi dengan organisasi yang ada di Indonesia. Kita juga punya jaringan informasi dan memantau perkembangan di dunia, di Uighur, Rohingya, India, Afghanistan dan negara lainnya.

Boleh disebutkan organisasi di Indonesia yang sudah berkomunikasi dengan IMM?

Banyak seperti organisasi kepemudaan dan organisasi pemerhati yang beraliran Islam. Intinya bukan organisasi radikal atau teroris. Namun organisasi yang punya satu visi yang sama menyelamatkan negara yang tertindas.

Apakah IMM juga berencana akan melakukan sebuah gerakan demonstrasi atau aksi di depan Kantor Kedutaan Besar China dalam menekan Pemerintah Indonesia agar turun tangan dalam masalah ini?

Keinginan untuk aksi itu juga ada untuk aksi besar-besaran di Kedutaan Besar China. Kalau Pemerintah Indonesia tidak menghiraukan, kita akan menuntut Pemerintah Indonesia dengan aksi demonstrasi agar membantu menyelamatkan Uighur.

Namun untuk saat ini, IMM lagi konsentrasi mengurus internal berupa muktamar atau kongres di Kendari. Setelah ada pergantian kepemimpinan, mungkin kita akan bergerak. Doakan saya masuk struktural kepemimpinan IMM, sehingga kita akan konsen dan mengawal masalah ini.

Apakah ini sudah merupakan sikap IMM secara keseluruhan di Indonesia?

Belum ada sikap keseluruhan, baru kami yang di Jakarta.

Adakah partai politik dan tokoh masyarakat yang peduli dengan persoalan ini dan berkomunikasi dengan IMM untuk memberikan dukungan?

Secara kelembagaan tidak ada, tapi kalau tokoh politik banyak, tokoh masyarakat juga ada, bahkan organisasi masyarakat. Tokoh-tokoh ini sering kita datangi untuk kita ajak diskusi.

Apakah semua tokoh politik bisa berkomunikasi dengan IMM?

Tidak semua bisa berkomunikasi dengan kita, hanya beberapa partai politik yang bisa berkomunikasi dengan kami. Selama ini hanya dua partai saja yang sering berkomunikasi dengan kita. Saya tidak menyebut sikap mereka secara kelembagaan, hanya mereka dari unsur partai.

Selain itu saya yakin masih banyak dukungan lain dari berbagai organisasi dan lapisan masyarakat.

PAN atau PKS ?

Kurang lebih itulah

Apakah dibutuhkan pendanaan tertentu untuk tercapainya rencana memperkuat tekanan ke Pemerintah Indonesia agar ambil peran dalam penyelamatan Uighur di Afghanistan? Kalau iya sumber manakah yang memungkinkan untuk memberikan dukungan pendanaan?

Kalau untuk aksi demonstrasi pendanaannya harus halal dan tidak mengikat. Kalau tidak seperti itu kita tidak berani. Kita juga mencari pendanaan secara mandiri.

Apakah IMM juga melakukan komunikasi dengan organisasi internasional dalam mendukung misi penyelamatan Uighur, misalnya Organisasi HAM dari AS atau Kongres Uighur Dunia?

Tidak, itu adalah wilayah Pengurus Muhammadiyah (organisasi induk) yang melakukan komunikasi itu. Kalau kita hanya menjalankan fatwa – fatwa (keputusan) dari Muhammadiyah saja.

November 2020 AS mengeluarkan statement mengejutkan menghapus ETIM dalam daftar teroris, sementara Tiongkok menganggap bahwa kebijakan AS ini syarat muatan kepentingan dan tetap menganggap ETIM adalah ancaman serius bagi Tiongkok, bagaimana pendapat Anda?

Saya kira sikap Amerika itu sudah tepat. Darimana kita bisa mengatakan dia adalah teroris, orang yang berjuang di Uighur tidak ada satupun yang teroris. Tidak ada alasan untuk menganggap Uighur teroris. Kalaupun ada teroris, mungkin itu adalah orang luar yang masuk ke Afghanistan. Itu hanya upaya Pemerintah China dalam menyelamatkan diri di mata dunia atas tuduhan pelanggaran HAM.

Menurut informasi ada sekitar 2000 etnis Uighur yang saat berada di Afghanistan, sebagai seorang aktifis dan akademisi apakah Anda punya analisa? Apakah mereka semua ETIM? Jika tidak semua teroris tergabung dalam East Turkistan Islam Movement (ETIM) apakah ada cara kategorisasi?

Kalau memang 2000 orang itu Muslim Uighur semuanya, maka menurut saya tidak ada yang teroris. Teroris tidak lari dari negara mereka, padahal Uighur yang di Afghanistan ini adalah pelarian dari Xinjiang.

Menurut informasi yang kami dapatkan, sejumlah masyarakat Uighur sudah berhasil keluar dari Afghanistan untuk menyelamatkan diri.

Sebelumnya dalam sebuah diskusi virtual Komunitas Agama Cinta 30 Agustus 2021 pendiri NII Crisis Center Ken Setiawan dan Nasir Abbas berpendapat bahwa kemungkinan besar ETIM di Afghanistan akan bergabung dengan ISIS Khorasan Province atau disebut ISIS K, bagaimana pendapat Anda?

Ketika Taliban sudah menguasai Afghanistan, maka mereka ini membutuhkan banyak sumberdaya untuk menjalankan roda pemerintahan. Taliban terdesak karena Amerika mengunci semua pendanaan, maka jalan pintas bagi Taliban adalah melakukan kerjasama dengan Pemerintah China.

Selain itu, China ini adalah salah satu negara yang memiliki hak veto di PBB dan Taliban sangat membutuhkan itu.

Orang-orang Uighur ini sangat ketakutan dengan kerjasama itu, mereka takut akan dipulangkan ke China dan dijajah kembali.

Kalau ISIS K ini berada di bagian utara Iran, sebuah provinsi. Iran dan Afghanistan adalah tetangga. Jangan menganggap bahwa Uighur dan ISIS K akan bergabung dan membentuk ISIS yang lebih besar serta akan melakukan teror, tidak begitu.

ISIS K ini juga melakukan penyelamatan, kalau nanti di Afghanistan sudah tidak aman mereka juga akan mencari tempat baru.

Menurut informasi, Malaysia dan beberapa negara juga melakukan upaya penyelamatan Uighur yang ada di Afghanistan. Apakah menurut Anda Indonesia akan bergerak cepat? Upaya apa kira-kira yang dilakukan Pemerintah Indonesia dalam menyelamatkan Uighur?

Kalau Indonesia tidak mau bergerak cepat, kita akan melakukan aksi. Sikap IMM sebagai organisasi mahasiswa sangat jelas. IMM akan menjalankan aksi secara besar-besaran. Melibatkan semua organisasi yang terekomendasi dan memiliki visi yang sama

Apakah masih ada yang ingin Anda sampaikan sebagai penutup?

Saya ingin menegaskan bahwa masyarakat Uighur bukan teroris. Kalau ada yang mengatakan itu, berarti dia sedang memanfaatkan situasi dan membantu China dalam menyelamatkan China dari tuduhan pelanggaran HAM dan kejahatan.

Gerakan seperti ini di Indonesia sebenarnya sudah pernah terjadi. Pada zaman penjajahan orang –orang Islam yang berjuang juga dianggap teroris oleh penjajah, dianggap radikal dan dipenjarakan. Jadi anggapan yang ada itu belum tentu fakta yang sebenarnya.

Kalau dikembalikan di Indonesia seperti jaman dulu jaman penjajahan, orang-orang Islam yang berjuang dituduh seperti itu, maka orang seperti Jenderal Soedirman pun kalau seperti itu bisa juga dituduh/ dianggap teroris.

Pendiri Indonesia saat itu ke luar negeri pasca kemerdekaan, bukan sedang minta suaka ke Palestina, Iran atau ke negara negara islam lainnya. Hal itu apakah bisa dikatakan sedang minta perlindungan kepada teroris untuk bergabung dengan kita? Bukan. Namun itu adalah kita sedang menyelamatkan negara kita, bukan untuk minta perlindungan teroris. (had)