Sowan ke Kyai Marzuki, DPP PPP Ingin Kembalikan Kejayaan di Pemilu 2024

Sekjen PPP Arwani Thomafi bersama Pengasuh Ponpes Sabilurrosyad Gasek Kota Malang, KH Marzuki Mustamar, Sabtu (26/3/2022). (BBL)

BACAMALANG.COM – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) siap mengembalikan kejayaan di Pemilu 2024.

Seperti diketahui saat era reformasi, PPP menjadi  partai tiga besar di Indonesia.

Untuk itu, Sekjen PPP Arwani Thomafi bersama jajaran sowan ke pengasuh Ponpes Sabilurrosyad, KH Marzuki Mustamar.

Kedatangannya untuk mencari wejangan pada ulama Nahdlatul Ulama tersebut jelang pesta demokrasi 2024 mendatang.

“Kedatangan kami untuk sowan ke beliau salah satu ulama. Ini penting bagi kami untuk sowan dan diterima. Beliau ingin PPP menjadi lebih besar lagi bersama NU memperjuangkan umat,” kata dia saat sowan ke kediaman Kyai Marzuki, Sabtu (26/3/2022).

Gus Arwani menambahkan, saat sowan Kyai Marzuki bakal memberikan dukungan ke PPP di daerah khususnya Malang Raya.

“PPP di Malang ini bisa atau harus mempunyai wakil rakyat di DPR daerah, provinsi hingga RI,” kata dia.

Dukungan itu pun, dianggap Gus Arwani sebagai lecutan semangat untuk mengembalikan masa kejayaan PPP saat era reformasi.

“Dulu waktu reformasi kami adalah tiga besar partai di 2024 ini adalah momen yang tepat untuk mengembalikan masa kejayaan itu,” tuturnya.

Sementara itu, Kyai Marzuki mengamini bahwa dia akan mendukung sepenuhnya niat baik PPP untuk meminta pendapat ulama atau kyai.

“Kan sebagai santri itu adatnya sowan ke kyainya meminta pendapat. Saya sebagai ulama berhsdap caleg-caleg PPP bisa duduk jadi anggota DPRD Kota/Kabupaten atau provinsi dan RI,” tutur dia.

Kyai atau ulama, kata Kyai Marzuki, memang tidak bisa menutup mata bahwa juga harus mempunyai kepanjangan tangan di pengatur kebijakan di daerah, provinsi atau pemerintah.

“Kita gak bisa menutup mata bahwa politik itu ya harus kita gandeng. Tapi syaratnya itu atau tujuannya ya supaya dakwah kita juga lancar. Kalau ada pembangunan rumah dimudahkan, ada sembako rumah dimudahkan itu saja semua itu untuk umat begitu,” paparnya.

Namun, tujuan utama ulama atau kyai adalah dakwah. Ulama tetap dengan tujuan utamanya untuk tempat menarik umat melakukan ibadah dan mengaji di musala atau masjid.

“Jangan sampai ke politiknya tapi dilupakan dakwahnya. Cuma kalau ada yang politik ya kami terima dengan tujuan untuk pentingan umat. Kalau politik diterima tapi dakwah hancur. Politik harus ditanggalkan. Yang utama sekali lagi adalah dakwah,” tutupnya. (BBL)