Spesialis Pencuri Kabel Fiber Diamankan Polsek Lowokwaru

Caption : Plh Kapolsek Lowokwaru AKP Sutomo saat konferensi pers di Mapolsek Lowokwaru, pada Kamis siang (24/6/2021).

BACAMALANG.COM – Apes. Saat tengah mencuri kabel fiber milik Telkom yang terpasang di bawah tanah di kawasan Jalan Raya Tlogomas, Kota Malang pada 25 Mei 2021 lalu, dua pelaku diamankan polisi saat berpatroli.

“Saat itu anggota Kami melihat mereka melakukan aktivitas mencurigakan di Jalan Raya Tlogomas, depan tandon air Tlogomas PDAM. Saat ditanya ternyata tidak ada perlengkapan bukti yang sah,” tandas Plh Kapolsek Lowokwaru AKP Sutomo.

Seperti diketahui, Polsek Lowokwaru, Kota Malang berhasil meringkus 2 orang pencuri spesialis kabel telkom. Keduanya yakni S (44) dan JP (23), warga asal Demak Jawa Tengah dan Lampung.

Pelaku kepergok polisi yang tengah patroli pada Selasa 25 Mei 2021 dini hari saat mereka sedang menarik sebuah kabel berukuran besar milik Telkom yang tertanam di dalam tanah.

Tidak tanggung-tanggung, kedua pelaku tersebut menarik kabel fiber internet menggunakan truk besar yang sengaja mereka siapkan.

Pasca berhasil tertarik, kabel sepanjang kurang lebih 210 meter itu kemudian dipotong menggunakan kapak besar oleh pelaku.

“Kabel itu membentang dari depan tandon air PDAM sampai depan Mal Dinoyo, kabel sepanjang 210 meter, dimana kabel ini ditarik dengan truk keluar tanah lalu dipotong dengan kapak besar ini,” tutur Sutomo.

TIGA KALI BERAKSI

Saat diinterogasi dan dilakukan pemeriksaan kedua pelaku mengaku bukan pertama kali mencuri. Ia telah tiga kali beraksi di lokasi yang berbeda. “Keterangan yang Kita himpun ini dari beberapa tempat, 3 tempat tersebut yakni di Lawang, di Dieng, dan disini kebetulan bisa diamankan tersangka,” ungkap Sutomo.

Perwira berpangkat tiga strip itu menambahkan, bahwa sebetulnya kabel yang dicuri pelaku adalah kabel fiber milik Telkom berbahan tembaga yang sudah tak terpakai, namun masih tertanam di dalam tanah.

Kabel itu saat ini sudah diganti oleh Telkom dengan kabel plastik yang tidak bernilai ekonomis mahal agar tak dicuri lagi. “Jadi sebetulnya kabel ini tidak digunakan, karena sudah diganti dengan kabel fiber yang lebih aman dan secara ekonomis dijual tidak ada nilainya,” katanya.

Polisi sendiri masih mendalami kasus ini dan mengembangkan apakah mereka mempunyai jaringan dengan orang dalam alias pegawai internal Telkom sendiri. “Barang- barang ini sudah ada lelangnya di Telkom, pada saat lelang itulah mereka tahu letak lokasi barang-barang ini. Ini masih Kita dalami (terkait keterlibatan orang dalam Telkom). Tapi yang jelas kalau ini memang lelang terbuka saat lelang itu siapapun bisa tahu aksesnya, barangnya ada di mana,” tukasnya.

Atas perbuatannya pelaku harus mendekam di jeruji besi Mapolsek Lowokwaru. Kerugian akibat ulah kedua pelaku mencapai Rp 79 juta dan dijerat pasal 363 tentang pencurian dengan pemberatan. (*/had)