Sudah Muncul Grafiti Arema di Jembatan Kedungkandang

Foto: Penggarapan graffiti bergambar Arema di jembatan Kedungkandang, Sabtu (20/3/2021). (ned)

BACAMALANG.COM – Torehan graffiti di Jembatan Kedungkandang Kota Malang sudah mulai menampakkan hasilnya. Penggarapan kreasi seni menggunakan cat semprot sejak awal pekan lalu ini dipusatkan pada lima pilar yang ada di jalur bawah jembatan. Kerja keras 20 tim ini menampilkan tema 3B yakni Bal-balan (Sepak Bola), Band-band (Musik) dan Balapan (Olahraga Otomotif) di setiap gambarnya.

Namun terkait kondisi saat ini, masyarakat juga diingatkan dengan tema melawan Covid-19, pada beberapa graffiti yang ditampilkan.

Memasuki akhir pekan, para seniman dari berbagai komunitas yang tergabung dalam Graffiti Malang mulai menggarap dinding jalur masuk dari kawasan Buring yang menjadi torehan awal para pejabat pada seremonial sebelumnya.

Seperti yang dilakukan Luthfi, bersama rekan-rekannya dengan tulisan dan gambar yang sudah ditunggu-tunggu masyarakat, yakni tema Arema.

“Sisi ini sengaja mengambil tema Arema, agar identitas kebanggaan masayarakat Malang ini tidak tenggelam dengan gambar-gambar yang sudah ada,” ujar Luthfi di sela kegiatannya menyelesaikan garffiti Arema, Sabtu (20/3/2021).

Ia mengatakan, graffiti yang ditampilkan adalah khas Arema yang yakni Kepala Singa berwarna biru. Sementara gambar wajah anak kecil dan tulisan Arema sengaja ditambahkan untuk menambah aksentuasi graffitinya.

Namun semua ini digarap Luthfi dan kawan-kawan dengan keseriusan. Terlihat beberapa kali ia harus bolak-balik berdiri ke median jembatan untuk mengatur agar garffitinya betul-betul pas dengan dinding yang ada.

“Gambar dan tulisan ini kami sesuaikan dan kreasikan dengan font-font atau huruf khas graffiti yang berwarna-warni,” tandasnya.

Sementara Junas dari perwakilan Graffiti Malang mengatakan, meskipun terkendala hujan, ia yakin pengerjaan ini akan sesuai target sebagai kado HUT Kota Malang pada 1 April 2021 mendatang.

Namun dia berharap jika graffiti ini sudah selesai, ada sarana pendukung lampu sorot agar bisa terlihat saat malam hari, karena kondisi di bawah jembatan yang relatif lebih gelap daripada jalur di atasnya.

“Sebenarnya sudah ada lampu yang terpasang, namun kurang maksimal, sehingga kalau diberi cahaya sorot khusus, gambar-gambarnya bisa kelihatan lebih bagus,” pungkasnya. (ned)