Tampung Masukan Komunitas “Stadion Kanjuruhan”, Polres Malang Adakan Jumat Curhat

Kapolres Malang menampung masukan masyarakat komunitas "Stadion Kanjuruhan" di Jumat Curhat. (ist)

BACAMALANG.COM –Polres Malang menggelar Jumat Curhat bertatap muka dengan komunitas pedagang, petugas kebersihan, juru parkir, pengelola kios, serta pengusaha permainan anak-anak, di kios pelataran Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, belum lama ini.

“Program ini digelar untuk mendengar, mencatat, dan mencari solusi setiap permasalahan di wilayah. Kehadiran kami disini ingin menampung dan mencari solusi,” tegas Kapolres Malang AKBP Putu Kholis Aryana.

Salah satu perwakilan pedagang, asal Kepanjen, Awang (50), menyampaikan bahwa kondisi perekonomian di seputaran Stadion Kanjuruhan pasca tragedi Kanjuruhan sangat sepi. Dia bersama pegiat usaha yang lain mengaku mengalami penurunan pendapatan secara drastis.

“Mohon dibantu mencarikan solusi untuk membangkitkan perekonomian di seputaran Stadion Kanjuruhan,” tukasnya.

Senada dengan Awang, perwakilan PKL Stadion Kanjuruhan, Oskar (55) mengatakan bahwa saat ini sedang marak balap liar di jalanan sekitar Stadion Kanjuruhan mengganggu aktifitas warga. Bahkan situasi malam minggu yang notabene hari paling ditunggu untuk berjualan, juga masih dipergunakan untuk balap liar.

Dikatakannya selain pedagang, banyak pengguna jalan yang resah Karena selain membahayakan orang lain. Sejumlah remaja yang menonton balap liar juga kerap menutup akses keluar masuk stadion.

“Sehingga menghambat aktivitas pedagang maupun pengunjung, mohon bisa ditertibkan,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, AKBP Putu menjelaskan bahwa pihaknya akan memberikan ijin khusus kepada komunitas maupun warga yang ingin menyelenggarakan kegiatan di seputaran stadion Kanjuruhan agar perekonomian pedagang bisa naik kembali.

“Kami juga mendukung hal tersebut, semoga masyarakat nanti bisa main kembali ke kanjuruhan untuk refreshing, jalan-jalan ataupun belanja,” terangya.

Terkait balap liar, Kapolres menyampaikan bahwa pihaknya melalui Satuan Lalu lintas (Satlantas) telah melakukan penindakan terhadap pelaku balap liar di sejumlah lokasi di Kabupaten Malang, diantaranya di jalur poros Lawang dan Jalibar Kepanjen.

Ia berjanji, akan meningkatkan patroli kepolisian dan razia guna mengantisipasi kegiatan yang berpotensi balap liar maupun kegiatan gangguan ketertiban lainnya di wilayahnya.

“Mulai minggu ini akan kami turunkan tim gabungan bersama TNI, utuk melakukan penindakan terhadap balap liar di seputar Stadion Kanjuruhan,” tandasnya.

Pada pertemuan itu juga, perwakilan PKL asal Kepanjen Bayu Aji (45) menyampaikan, sebagai upaya untuk menarik pengunjung pihaknya bersama pegiat ekonomi kecil lainnya berharap agar ada penambahan ijin waktu ketika berjualan di seputaran wilayah stadion.

“Mohon agar ada penambahan waktu bagi kami untuk berjualan,” urainya.

Menanggapi hal tersebut, AKBP Putu mengatakan bahwa pihaknya bersama Camat Kepanjen, Rahmad Ichwanul Muslimin, sepakat untuk memberikan kelonggaran bagi para pedagang untuk menambah waktu berjualan hingga pukul 24.00 WIB.

Kapolres juga menyampaikan pihaknya bersama pemerintah Kabupaten Malang dan TNI ikut melakukan penanganan tragedi Kanjuruhan semisal pemulihan keluarga korban.

“Kami terus bergerak melakukan pendampingan terkait penanganan korban tragedi Kanjuruhan, baik kepada korban yang luka maupun trauma healing kepada keluarganya,” imbuhnya.

Kapolres berharap masukan dari seluruh elemen masyarakat agar kepolisian bisa berbenah dan memperbaiki diri. “Bohong kalau ada yang bilang polisi bisa bekerja sendiri,” pungkasnya. (*/had)