Target Nol Kematian, Zero Case, dan Banjir Pujian Penanganan Pandemi

Caption : dr Umar Usman MM. (ist)

BACAMALANG.COM – Kurva pandemi telah melandai, namun kewaspadaan, kesiapsiagaan dan antisipasi tidak boleh kendor serta diharapkan di bumi Nusantara ini tidak mengalami pandemi gelombang ketiga yang telah dirasakan dampak buruknya di negara-negara lainnya di dunia ini.

Keberhasilan penanganan Covid-19 RI yang dilakukan semua pihak, dibuktikan dengan adanya pelandaian kurva yang mendapat pengakuan dunia internasional, serta memberikan kemanfaatan positif bagi masyarakat.

“Alhamdulillah saat ini berkat kerjasama semua pihak, dan pertolonganNya, kurva melandai dan hal tersebut disahkan lebih afdol dengan adanya pengakuan dunia internasional bahwa penanganan Covid cukup baik dalam dua bulan terakhir ini. Namun selayaknya kita tetap jangan kendor menjalankan kesiapsiagaan di tengah banjir pujian,” tegas Wakil Ketua Satgas Covid 19 NU Malang Raya dr Umar Usman MM, Sabtu (9/10/2021).

TIDAK KENDOR DAN JUMAWA DITENGAH BANJIR PUJIAN

Seperti diberitakan media, Indonesia resmi keluar dari kategori ‘daftar merah’ (red list) perjalanan internasional Inggris mulai Senin, 11 Oktober 2021, yang menjadi bentuk pujian pengakuan kemajuan yang dicapai pemerintah Indonesia dalam mengatasi Covid-19 di dalam negeri.

Pujian lain juga diberikan John Hopkins University di Maryland, Amerika Serikat menilai Indonesia sebagai “one of the best in the world” dalam penanganan Covid-19 menurunkan kasus hingga 58% hanya dalam kurun waktu 2 minggu.

Pujian ketiga, diberikan Bank Dunia lewat Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste, Satu Kahkonen. RI dinilai berhasil menangani pandemi dengan cara yang sangat efektif membangun persepsi bahwa vaksinasi yang cepat mampu memitigasi efek dari infeksi Covid-19.

“Kita bersyukur banjir apresiasi mancanegara. Perlindungan kepada rakyat selayaknya dijalankan secara istiqamah. Begitu pula dalam konteks ini maka keselamatan rakyat diatas segalanya (Salus populi suprema lex esto). Menjaga spirit kesiapsiagaan secara berkesinambungan itu perlu dilakukan semua pihak,” tukas Pria yang juga Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Malang ini

TARGET NOL KEMATIAN

Berdasar data Satgas Covid RI, untuk kali pertama angka kasus positif harian berada di bawah 1000 kasus per hari, yaitu 922 kasus per 4 Oktober 2021. Namun patut dicatat, perkembangan di tingkat provinsi, masih ada provinsi dengan penambahan kasus diatas 1000 pada minggu ini yang masuk 5 besar provinsi dengan angka tertinggi.

Yaitu Jawa Tengah 1.094 kasus, Jawa Barat 1.074 kasus dan Jawa Timur 1.059 kasus. Selain itu penambahan kasus juga terjadi cukup banyak di DKI Jakarta yaitu 966 kasus dan Bali 588 kasus.

Dikatakannya pihaknya memberikan apresiasi karena penanganan pasien COVID-19, baik yang isolasi Mandiri, terpusat maupun dirawat di rumah sakit semakin mengalami peningkatan kualitas sehingga terjadi percepatan kesembuhan.

“Untuk kematian, meskipun persentasenya meningkat, namun jumlah kasus kematiannya terus menurun. Dalam menilai perkembangan kematian, penting melihat jumlah kasusnya, bukan persentasenya. Karena target pemerintah ialah menekan jumlah kematian hingga 0 kasus. Alhamdulillah lagi sebulan terakhir sejumlah RS di daerah tak lagi merawat pasien Covid-19 akibat zero case,” tukas Pria yang juga Ketua PC NU Kabupaten Malang ini.

INMENDAGRI, BEDA STATUS LEVEL dan AGLOMERASI

Berdasarkan Inmendagri (Instruksi Menteri Dalam Negeri) Nomor 47 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan PPKM hingga 18 Oktober, Kota Blitar ditetapkan menjadi kota pertama di Jawa-Bali yang memberlakukan PPKM level 1.

“Yang jadi pekerjaan bersama adalah masih cukup banyak daerah berstatus level 3 karena vaksinasi yang belum tinggi. Diharapkan daerah lain di Jawa Timur segera menyusul atau menyamai Kota Blitar agar tren Covid-19 di Jawa Timur bisa dikendalikan,” urai pria yang juga Alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga ini.

“Hal penting perlu diketahui, status level di inmendagri berbeda dengan hasil assessment Kementerian Kesehatan. Ada 24 kabupaten dan kota di Jawa Timur masuk level 1. Sisanya masih berada pada level 2,” tukas Pria yang juga senior KAHMI ini.

“Salah satu faktor penentuan level PPKM di Jatim adalah cakupan vaksinasi hingga merekomendasikan percepatan vaksinasi terutama di wilayah aglomerasi,” terang pria berjuluk Dokter Rakyat ini.

Surabaya dihitung sebagai wilayah aglomerasi yang mencakup tujuh kabupaten/kota. Yakni, Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Gresik, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Mojokerto, dan Kota Mojokerto.

“Kesimpulannya dibutuhkan kekompakan karena Covid ini menjadi tanggung jawab bersama untuk penanganannya. Jika satu wilayah terdampak maka segeralah diatasi biar tidak merembet ke daerah lain termasuk ke Malang Raya,” pungkasnya. (had)