Teka-teki Penemuan Mayat di Sungai Bango Terjawab, Teman Korban Ditetapkan Tersangka

Kapolresta Malang Kota Bersama Kasat Reskrim dan Kasi Humas menunjukkan barang bukti milik korban. (him)

BACAMALANG.COM – Kepolisian menyampaikan update terbaru terkait penrmuan mayat Hari Setiawan (30) di Sungai Bango Jalan Teluk Bayur, Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang pada Kamis (10/2/2022) bulan lalu.

Siapa sosok tersangka terkait meninggalnya korban, telah menemukan titik terang. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Malang Kota pun telah menetapkan satu tersangka.

“Ada kecurigaan, terkait kematian korban. Sehingga didalami penyelidik. Dan kemarin pada Sabtu 4 Juni 2022, mengarah kepada seseorang yang kita duga pelaku tindakan pembunuhan,” terang Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto.

Tersangkanya yakni berinisial MDH (44), warga asal Purwakarta, Jawa Barat, yang tinggal di kawasan Kecamatan Blimbling. Salah satu kecurigaan yang mengarah pada pelaku, karena satu unit sepeda motor milik korban berada dalam pengusaan tersangka.

“Kita mengacu pada sepeda motor milik korban yang berada dalam penguasaan tersangka. Tersangka dikenakan pasal 338 KUHP ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” lanjutnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, AKP Bayu Febriyanto Prayoga, mengatakan, motif pembunuhan karena sakit hati serta cemburu kepada korban. Selain itu, pelaku berkeinginan memiliki sepeda motor korban.

“Korban dan tersangka, adalah teman. Tersangka sering menjadi pembeli dari barang-barang milik korban. Seperti handphone maupun baju yang dipasarkan korban,” terangnya.

Diduga, tersangka ini memiliki kelainan dalam seksual. Namun, hal itu masih didalami petugas. Muncul dugaan bahwa peristiwa pembunuhan terjadi malam hari. Saat itu, korban yang sedang dalam kondisi mabuk dibonceng tersangka menggunakan motor milik korban.

Kemudian, korban dibawa ke sungai dan dihanyutkan dalam kondisi mabuk berat, hingga langsung hanyut derasnya aliran sungai. “Korban dipapah tersangka dalam kondisi masih hidup. Kemudian dihanyutkan ke sungai. Sementara motor korban dibawa kabur tersangka. Dari motor korban itulah, awal penyelidikan hingga diketahui pelakunya,” pungkas Bayu. (him)