Telusuri Kasus Minyak Goreng, Kejari Kota Malang Periksa Dirut PT DDL dan Manager PT BIMA

Kejari Kota Malang melakukan pemeriksaan terhadap saksi distributor minyak goreng yang ada di wilayah Kota Malang. (ist)

BACAMALANG.COM – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang melakukan pemeriksaan terhadap dua saksi dari dua distributor minyak goreng yang ada di wilayah Kota Malang, Senin (25/4/2022).

Pemeriksaan tersebut berkaitan dengan adanya dugaan penyimpangan pemberian izin ekspor CPO atau minyak goreng, yang  kini sedang diusut oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) RI.

Dari informasi yang diperoleh,  kedua saksi yang diperiksa adalah Direktur Utama PT DDL yaitu saksi EC (39), warga Kecamatan Klojen Kota Malang dan Regional Sales Manager PT. B.I.M.A, inisial ELST (55), warga Kecamatan Sukun Kota Malang.

Kasi Intelijen Kejari Kota Malang, Eko Budisusanto menjelaskan secara detail terkait proses pemeriksaan ke dua saksi tersebut. “Saksi EC menerangkan, bahwa pihaknya melakukan proses pemesanan minyak goreng pada PT Wilmar Nabati, yang selanjutnya didistribusikan dengan cara dijual kepada konsumen,” kata Eko.

Sedangkan untuk saksi ELST, lanjut Eko, menjelaskan bahwa pihaknya melakukan proses pemesanan minyak goreng pada PT Musim Mas. Selanjutnya, minyak goreng dijual ke toko rekanan melalui bagian penjualan, karena perusahaannya  tidak melayani penjualan secara eceran.

Pria berkacamata yang akrab disapa Eko ini menerangkan, bahwa kedua saksi yang diperiksa itu juga membawa data-data pendukung terkait pembelian minyak goreng. “Saksi EC membawa invoice pemesanan minyak goreng, faktur pajak dan surat jalan dalam pembeliannya. Sedangkan saksi ELST, menunjukan faktur pembelian minyak goreng serta faktur penjualan kepada toko rekanan,” pungkasnya.

Seperti dalam pemberitaan sebelumnya, bahwa kasus dugaan penyimpangan pemberian izin ekspor CPO atau minyak goreng menjadi atensi dari Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, yang saat ini sedang ditangani Kejagung RI, dan telah menetapkan, empat orang tersangka dalam kasus tersebut.

Keempat tersangka itu adalah Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI Indrasari Wisnu Wardhana, Stanley MA selaku Senior Manager Corporate Affairs PT Permata Hijau Group, Togar Sitanggang General Manager PT Musim Mas dan Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia Parulian Tumanggor.

Ke empat tersangka tersebut diduga melanggar Primair yaitu Pasal 2 ayat 1 jo. Pasal 18 UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP dengan Subsidair  Pasal 3 jo. Pasal 18 UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP. Seperti surat yang diterima oleh Kejari Kota Malang. (him)