Terdakwa Perusakan Kantor Arema FC Ambon Fanda Cs Divonis 9 Bulan, Kuasa Hukum Pikir-pikir

Suasana sidang Kasus perusakan kantor Arema FC, dengan terdakwa 8 orang di ruang Cakra PN Malang. (Rohim Alfarizi)

BACAMALANG.COM – Sidang lanjutan kasus kericuhan di kantor Arema FC dengan terdakwa Ambon Fanda dan 7 orang lainnya, berlangsung di ruang sidang Cakra Pengadilan Negeri Malang, Rabu (11/10/2023).

Sidang yang dipimpin hakim Arief Karyadi, SH membacakan putusan (vonis) kepada para terdakwa dengan hukuman 9 bulan penjara.

“Para terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan. Maka kedelapan terdakwa di vonis pidana penjara 9 bulan, dikurangi masa penahanan,” kata Arief.

Vonis ini lebih ringan daripada tuntutan JPU. Diketahui Ambon Fanda dan Fery Dampit dijerat pasal 160 KUHP, dan dituntut dengan kurungan penjara maksimal 1 tahun.

Sedang, untuk keenam terdakwa lainnya, yakni Andika Bagus Setiawan, Adam Rizky Satria, Moch Fauzi, M Arion Cahya, Nouval Maulana dan Cholid Aulia dituntut pasal 170 KUHP dengan ancaman 10 bulan penjara.

“Yang memberatkan, perbuatan terdakwa merugikan manajemen Arema FC. Sedangkan hal yang meringankan, selama persidangan terdakwa kooperatif dan sudah dimaafkan oleh manajemen Arema FC,” terang hakim.

Arief melanjutkan, vonis itu dikurangi masa tahanan selama 8 bulan 15 hari. Artinya para terdakwa bisa bebas setelah 15 hari ke depan.

Kendati demikian, hakim memberikan kesempatan kepada terdakwa atau kuasa hukum dan JPU untuk mengambil langkah hukum selanjutnya.

Sementara itu, kuasa hukum Fery Dampit dan enam terdakwa lain, Aldiano Modal, merespon vonis yang dijatuhkan hakim. Pihaknya akan pikir-pikir mengambil langkah hukum lanjutan.

“Kita menyatakan pikir-pikir untuk mengambil langkah banding. Kita tunggu putusan real,” timpalnya seusai sidang.

Sementara itu, penasehat hukum terdakwa Ambon Fanda, Adhy Darmawan,SH menyatakan pikir-pikir. Namun, pihaknya merasa kecewa dengan vonis tersebut.

“Menurut kami, putusan tersebut tidak adil. Karena dalam persidangan, saksi-saksi tidak menyatakan bahwa Ambon Fanda mengarahkan perusakan di kantor Arema FC, Tentunya sangat tidak adil, karena alat bukti adalah potongan video dan seharusnya ada video asli sebagai pembanding,” terang Adhy.

Selanjutnya, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pihak keluarga Ambon Fanda terkait langkah selanjutnya atas putusan tersebut.

“Terkait vonis tersebut, banding atau tidaknya kami akan rundingkan dulu dengan keluarga (pihak keluarga Ambon Fanda),” imbuhnya.

Sementara itu, JPU Kejari Kota Malang, Moh Heriyanto juga menuturkan, bahwa pihaknya pikir-pikir dengan putusan tersebut.

“Terkait putusan tersebut, kami menyatakan pikir-pikir. Kami akan segera berkoordinasi dan melaporkan hal ini ke pimpinan. Karena masih ada waktu tujuh hari, sebelum putusan itu berkekuatan hukum tetap,” pungkasnya.

Pewarta : Rohim Alfarizi

Editor/Publisher : Aan Imam Marzuki