Terkait Pemberitaan Permasalahan Brand Sandal Lokal, Pria ini Berikan Klarifikasi

Caption : Febrian Arsya. (ist)

BACAMALANG.COM – Manusia memang tak luput dari kesalahan, tapi manusia wajib mengakui kesalahannya. Kejadian ini dialami oleh warga Kota Malang, Febriyan Arsa di perusahaan lama di tempatnya bekerja.

Febriyan Arsa kini sudah tidak lagi berkecimpung di tempat yang lama, dan saat ini telah bekerja di Startup di Bidang Logistik

“Berkaitan dengan pemberitaan tentang salah satu kegiatan UMKM sandal di Malang (Portibi), di beberapa media lokal beberapa waktu lalu. Saya Febriyan Arsa meminta maaf atas termuatnya tentang pemberitaan mengenai : Kisah Sepak Terjang Kesuksesan Sandal dengan merek Portibi,” terang Febriyan memulai percakapan WhatsApp dengan bacamalang.com.

“Saya dulu merupakan salah satu karyawan Portibi yang diberi amanah untuk mengembangkan brand ini. Brand sandal yang telah teruji dengan segala kehandalannya. Sehingga dengan produk tersebut, saya merasa bangga bisa bekerja di tempat tersebut. Saya jelaskan saya bukan pemilik dari usaha tersebut, sebagaimana tertulis di media saat itu, dan sekarang ini saya resign serta bekerja di sebuah start up logistik,” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, media bacamalang.com pernah memuat berita tentang : Kisah Inspiratif, Mileneal Sukses Jalankan Bisnis Sandal Gunung Saat Pandemi, beberapa waktu lalu.

Di dalam berita tersebut dipaparkan kiprah Febrian Arsa berkontribusi mengelola dan memajukan usaha sandal gunung Portibi. Dari adanya berita tersebut memunculkan kesan jika Febrian Arsya adalah owner dari usaha sandal gunung tersebut.

“Posisi saat itu saya adalah seorang marketing, yang dimana saya mengharuskan membuat brand tempat saya bekerja menjadi besar. Namun saat berita tersebut dimuat, saya meminta maaf, karena kesalahan dari sisi teknis dengan pemilik brand yang sebenarnya, terkait isi berita tersebut,” imbuhnya.

“Dimuatnya berita ini, merupakan bentuk minta maaf, dan rasa terima kasih saya kepada tempat saya bekerja yang lama. Yang telah memberikan saya banyak pengalaman dan ilmu berharga dalam dunia sales dan digital marketing. Sehingga dengan pengalaman berharga tersebut, saya bisa mengaplikasikannya di tempat saya yang baru sekarang,” tuturnya.

“Tujuan dari Owner hanya melindungi merek dari klaim orang lain, dan takut disalahgunakan oleh orang lain,” katanya.

“Alhamdulillah permasalahan ini dapat di selesaikan dengan musyawarah mufakat. Hal ini karena saya turut berkontribusi positif dalam perjalanan bisnis Portibi, dan attitude baik yang saya miliki selama saya bekerja di Portibi. Terakhir, harapan saya, dengan adanya klarifikasi dan permintaan maaf ini permasalahan bisa benar-benar selesai. Semoga Portibi makin maju,” pungkasnya. (had)