Terkait Wacana Halal City, Forum Komunikasi Rakyat Malang Somasi Wali Kota

Forum Komunikasi Rakyat Malang mengirim Somasi kepada Wali Kota Malang sekaligus Mosi Tidak Percaya kepada Ketua DPRD Kota Malang terkait wacana Kota Halal, Rabu (16/2/2022). (ned)

BACAMALANG.COM – Forum Komunikasi Rakyat Malang mengirim Somasi kepada Wali Kota Malang sekaligus Mosi Tidak Percaya kepada Ketua DPRD Kota Malang. Somasi dan Mosi Tidak Percaya yang ditujukan kepada pucuk ekeskutif dan legislatif tersebut terkait wacana Malang sebagai Kota Halal (Halal City).

Perwakilan Forum Komunikasi Rakyat Malang Sutopo Dewangga mengatakan aksi ini dipicu dari pernyataan Wali Kota yang beredar bahwa tidak ada penolakan terhadap wacana Malang sebagai Kota Halal. “Tentunya ini menjadi pembohongan publik oleh seorang pejabat,” ungkap Sutopo dalam jumpa pers di Cafe Jeep Malang, Rabu (16/2/2022).

Sutopo menambahkan, somasi yang dikirim juga berisi agar wali Kota mencabut pernyataan terkait rencana Malang sebagai Kota Halal, karena jika berlanjut akan dibawa ke ranah hukum. Mosi Tidak Percaya juga diajukan kepada Ketua DPRD Kota Malang karena ketidaktegasan Ketua DPRD dalam menyampaikan aspirasi dari rakyat. “Penolakan kami lewat ketua DPRD Malang tidak tersampaikan kepada Wali Kota, sehingga kami mengambil langkah dengan membuat Mosi Tidak Percaya ini,” ujarnya. 

Rencana Forum Komunikasi Rakyat Malang ini disikapi penasehat hukumnya, Sugiono, yang mengatakan bahwa aksi ini memang dipicu kegelisahan warga terkait wacana Malang Kota Halal yang kurang mendapat tanggapan dari pihak legislatif. “Ada anggapan bahwa Wali Kota cenderung memberi satu warna tertentu kepada Malang,” tuturnya.

Dikatakan Sugiono, Wali Kota seharusnya menjelaskan apa itu Kota Halal maupun Wisata Halal. “Malang sebenarnya sudah jelas semua, misalnya warung, terlihat mana yang halal dan haram,” paparnya.

Sugiono juga menilai wacana Kota Halal ini rawan disusupi golongan dengan paham radikal. “Harusnya kita kembali dengan semangat Sumpah Pemuda tahun 1928, yang intinya jangan sampai warga Malang diadu domba,” pungkasnya. (ned)