Terpisah Antar Negara Selama 4 Tahun, Pertemuan Anak dan Ibu Asal Kepanjen Diwarnai Suasana Haru

Suasana mengharukan tertumpahkan kala S (12) bertemu ER (ibunya) berfoto bersama dengan semua pihak yang turut membantu terwujudnya pertemuan ini. (ist)

BACAMALANG.COM – Pertemuan antara anak S (12) dan ibu (ER) asal Desa Panggungrejo Kepanjen Kabupaten Malang berlangsung mengharukan, karena keduanya terpisah antar negara selama 4 tahun.

“S (12) harus terpisah dari ibunya karena kondisi ibunya yang terkendala kasus administrasi kenegaraan. Hal itulah yang akhirnya membuat S harus tertinggal di Panti Asuhan di Malaysia,” tegas Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Malang,
drg. Arbani Mukti Wibowo, Sabtu (21/1/2023).

Seperti diketahui Sabtu, (21/1/2023) di kantor UPT Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Malang dilakukan penyerahan anak S (12) kepada pihak keluarga yang berasal dari Desa Panggungrejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Diketahui bahwa sebelumnya anak tersebut ditinggal ibu kandung karena dideportasi pada tahun 2019.

“Ibu ER yang akhirnya bisa pulang ke Indonesia dengan bantuan KBRI tidak bisa mengajak serta anaknya karena masalah dokumen,” ungkap drg Arbani Mukti Wibowo.

Sesampainya di Indonesia, ia pun merasa bingung bagaimana agar bisa membawa anaknya pulang. ER akhirnya mendapat bantuan dari salah seorang anggota keluarganya untuk melaporkan kondisinya ke UPT PPA DP3A Kabupaten Malang.

Sementara itu, Kepala UPT PPA DP3A Kabupaten Malang Ulfi Atka Ariarti, S.Psi, menuturkan pihaknya selanjutnya merujuk ke UPT PPA Provinsi Jatim, yang kemudian dilanjutkan ke KPPPA RI.

“Kasus ini terlapor ke UPT PPA DP3A Kabupaten Malang bulan Oktober. Bulan itu juga kita penjangkauan dan pendampingan psikologis ke keluarga yang beralamatkan di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Karena kasus ini melibatkan lintas negara, maka kasus kami rujuk ke UPT PPA Provinsi Jatim, yang kemudian dilanjutkan ke KPPPA RI,” imbuh Ulfi Atka Ariarti.

Dengan segenap usaha yang dilakukan, termasuk untuk berkoordinasi dengan PPA Provinsi Jawa Timur, Kementrian PPA, KBRI, serta Kementerian Luar Negeri, akhirnya S (12) dapat dipulangkan ke Indonesia.

Suasana haru tampak saat S (12) bertemu dengan ibu kandungnya. Disaksikan oleh pihak dari Kemen PPA, UPT PPA Provinsi, DP3A Kabupaten Malang, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Malang, Dispendukcapil Kabupaten Malang, Pemdes Desa Panggungrejo, serta keluarga S (12), yang langsung dipeluk oleh ibunya sambil menangis.

Selanjutnya, S (12) akan dibantu untuk mendapatkan hak-haknya, seperti hak untuk mendapatkan identitas anak serta hak pendidikan, bekerjasama dengan instansi terkait.

“Semoga kejadian seperti ini tidak terjadi lagi, tidak ada lagi anak yang harus terpisah secara paksa dari ibunya,” pungkas Arbani. (had)