Terpuruk, Showroom Mobil Bekas Siasati Penjualan di Tengah Pandemi

Pemilik Kebonagung Motor, Bahrul Ulum sedang mengecek kondisi mobil di showroom miliknya (Dhimas)

BACAMALANG.COM – Showroom mobil bekas tidak luput terdampak pandemi. Bisnis jual beli kendaraan roda empat ini cukup terpuruk dalam beberapa bulan terakhir.

“Bisa bertahan saja sudah bagus. Saat ini kondisinya, harga turun, pembeli turun. Pandemi ini penjualan hanya 2 – 3 unit, kalau dulu bisa sampai 15 unit per bulan. Ya banyak ruginya, bisa sampai Rp 5 – 10 juta,” ujar Owner Kebonagung Motor, Bahrul Ulum, Rabu (16/12/2020).

Pemilik showroom di Jalan Raya Kebonagung Pakisaji menambahkan, kondisi ini juga dirasakan rekan-rekan seprofesinya. Jika ada unit yang laku, keuntungan yang didapat pun tidak seberapa besar.

“Apalagi mobil yang harganya Rp 500 juta keatas, turunnya sampai Rp 50 juta, seperti Pajero Sport. Kalau yang Rp 100 juta kebawah itu turunnya sampai 10 persen. Ya laku, tapi rugi,” ucap bapak tiga anak.

Bahrul pun menyebutkan, agar bisa bertahan di tengah pandemi ini dirinya sudah memiliki kiat tertentu. “Ya tetap jual dulu, baru ambil unit yang baru. Yang penting tidak menggunakan uang dari bank, agar bertahan. Kan kita kalau pakai uang bank, mobil tidak laku, tetap harus bayar bunga,” terangnya.

Pria yang merintis bisnis jual beli mobil sejak tahun 2000 menuturkan, di tengah pandemi mobil jenis pickup paling laris di pasaran. Kemudian mobil kisaran Rp 100 juta kebawah juga masih banyak diminati masyarakat.

“Xenia, Avanza itu masih favorit, tapi untungnya tipis. Sekarang yang laris dibawah Rp 100 juta, Ayla, Sigra, itu kan masih kisaran Rp 80 – 90 juta,” jelas Bahrul.

Terakhir, Bahrul memberikan tips kepada masyarakat yang ingin membeli tunggangan anyar. “Dari body, kalau pernah nabrak terus dibetulkan itu kan tidak bisa, pasti kelihatan. Kalau mesin itu nomer dua. Kemudian kilometer, itu kan semakin tinggi pemakaian semakin aus. Sama kemudi. Ya tergantung selera sebenarnya,” pungkasnya. (mid/yog)