Tertunda Pandemi, Film Produksi SMK Malvocs Kepanjen Diharapkan Jadi Trigger dan Ditonton Jutaan Orang

Caption : Kru film usai pengambilan gambar. (ist)

BACAMALANG.COM – Tertunda karena puncak pandemi adanya pemberlakuan PPKM beberapa waktu lalu, Smeamu (SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen) akan memproduksi film yang diharapkan jadi trigger dan ditonton jutaan orang.

Hal ini dikatakan Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen Arief Joko Suryadi, Sabtu (16/10/2021).

“Rencana sebenarnya diproduksi Bulan Oktober- November lalu. Namun karena ada PPKM maka tahun depan diproduksi. Kami butuh waktu sekitar 2-3 bulan pembuatan lalu dilaunching,” tegas Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen Arief Joko Suryadi, Sabtu (16/10/2021).

Ia menjelaskan, untuk tema adalah tentang kehidupan remaja. Memberikan edukasi bagaimana anak-anak SMK, dikemas sangat menarik. Diharapkan anak SMK, SMA, dan SMP kelas 3 bisa melihat (menyukai) film ini.

Dikatakannya, untuk judul masih belum bisa dipublish. Produksi film ini adalah bagian pembelajaran Project Base Learning (PBL) dimana pembelajaran berbasis produk atau teaching factory, belajar membuat produk tapi yang standar dengan industri sehingga produk ini bisa diterima masyarakat.

Tujuan pembuatan film yaitu lebih kepada mengasah kompetensi anak di jurusan produksi film dan juga mereka juga belajar bisnis film dan belajar standar industri filmnya sehingga kalau lulus siap masuk di dunia perfilman

Pemeran diambil dari Malang dan Yogyakarta karena memang partner pendamping dari Mix production Yogyakarta. Pemeran ini diambil dari hasil casting beberapa bulan lalu.

Untuk Sutradara dari anak-anak dan dari Mix production Yogyakarta. Mereka memberikan edukasi dan pembelajaran kepada anak-anak. Jadi sutradara tidak berdiri sendiri tapi ada anak-anak yang mendampinginya.

Pendanaan berasal dari SMK Muhammadiyah 5, juga dari program teaching factory, juga mencari tambahan pendanaan dari sponsor yang ada. “Jadi bagi yang ingin berpartisipasi mendanai masih terbuka.
Jumlah dana fluktuatif mulai Rp 1,2 -2 milyar,” terangnya.

Lokasi syuting banyak (dominan) di Yogyakarta karena industri pendamping di Yogyakarta. Selain itu perijinan dikondisikan pendamping (Mix Production). Untuk area juga lokasi di Yogyakarta, karena setting ala Yogyakarta. Tapi ada juga beberapa adegan di Malang karena lokasi sekolah ada di Malang.

“Kita ingin menghadirkan cerita yang sedikit agak berbeda. Memberikan edukasi kepada anak muda sekarang lulusan SMK, seperti apa bagaimana sehingga mereka bisa sukses,” tuturnya.

“Tantangannya adalah pada proses syuting. Hal ini mungkin akan menjadi pengalaman baru bagi anak-anak, bagaimana menembus bioskop. Karena diproyeksikan masuk bioskop. Juga diupayakan untuk sistem pop up atau nonton bersama dengan mendatangi SMK-SMK,” jelasnya.

Untuk Prestasi di jurusan produksi ini dari Smeamu, sudah beberapa kali mendapatkan kejuaraan dan nama di level Jatim dan Nasional.

“Harapannya semoga film bisa terealisasi. Semoga bisa diterima masyarakat dan menjadi trigger karya anak SMK yang kreatif dan juga menjadi bagian dari semaraknya produk-produk SMK. Launching belum bisa ditentukan. Targetnya jumlah penonton bisa tembus 1 juta penonton,” pungkasnya. (had)