Terus Berjuang Mendapatkan Rekom, Umar Usman Mengaku Dapat Nominasi Utama

Foto : dr. Umar Usman. (Ist)

BACAMALANG.COM – Suhu politik di Kabupaten Malang semakin memanas seiring adanya beberapa fenomena akrobat dan manuver politik dari bakal calon Bupati Malang.

Meski rekom di kubu partai PDIP sudah turun, namun situasi berbeda dirasakan pada Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang hingga kini belum menurunkan rekom kepada bakal calon Bupati Malang.

Pada suasana yang wait and see tersebut, pergerakan dan lobi-lobi terus dilakukan oleh bakal calon Bupati di partai yang kini diketuai oleh Muhaimin Iskandar tersebut.

Bakal calon tidak henti berjuang keras dan percaya diri terus maju karena mendapatkan nominasi utama untuk mendapatkan rekomendasi.

Setidaknya hal tersebut dilontarkan oleh dr Umar Usman salah satu bakal calon Bupati yang terus berjibaku sengit mendapatkan rekom PKB.

“Alhamdulillah saya terus maju karena mendapatkan nominasi utama untuk
mendapatkan rekomendasi,” tegas dr Umar Usman kepada awak media baru-baru ini.

Menjawab pertanyaan apa sudah fix dapat rekom PKB, pria yang juga ketua PC NU Kabupaten Malang ini mengatakan hal tersebut semakin mendekati final.

“Meski masih berdinamika, saya bersyukur untuk urusan rekom PKB, semakin mendekati final,” urai Umar Usman.

Pria yang melontarkan jargon dokter Rakyat ini menepis jika statemen dan jawaban pertanyaan yang diajukan terkait rekom kurang riil.

“Saya membantah jika jawaban saya dinilai absurd atau kurang riil. Nanti Kita dikira GR. Biar Anda kroscek sendiri dengan sumber lain,” terang Umar.

Umar mengungkapkan dirinya akan menjalani langkah berikutnya yaitu dengan semakin memperkuat hubungan dan lobi dengan berbagai pihak.

Umar menyatakan dirinya belum mendapatkan rekom namun sudah menjalankan berbagai usaha keras.

“Saya barusan datang dari Jakarta. Soal rekom sepertinya PKB tidak ingin tergesa-gesa. Karena ngin menyiapkan lebih cermat. Sebuah perjuangan yang tidak mudah,” tukas Umar Usman. Sore nanti ditimbali (dipanggil) ke Denanyar,” imbuh Umar Usman.

Lebih jauh menanggapi perkiraan PKB mau koalisi dengan PDIP, Usman mengatakan segala sesuatu bisa sajja terjadi.

“Segala sesuatu bisa saja terjadi. Kami ikhtiar terus. Dinamika terus bergulir. Sepertinya saya masih nominasi utama,” tutur Umar.

Menanggapi pertanyaan terkait apa daya dukung kepedean (optimisme) sebagai nominasi utama, Umar memberikan statement menarik.

“Alhamdulillah saya sudah dua kali mengkomando Pilgub dan satu kali pilpres. Saya bersyukur keduanya memberikan hasil yang sukses. Kemudian untuk kontestasi Pilbup kalau ini saya juga mencalonkan diri. Keluarga besar Nahdliyyin, sudah gak sabar nunggu komando,” tandas Umar.

Umar Patut Dipertimbangkan

Sementara itu, Direktur Sentrum Kajian dan Pemberdayaan Masyarakat Madani (SKEMA) Harianto, mengatakan, potensi tokoh alternatif lainnya yang berlatar belakang NU dan lebih lokalistik dapat dipertimbangkan oleh PKB dalam mengarungi kontestasi Pilkada tahun 2020.

Sejauh ini, ada alternatif  nama yaitu dr H Umar Usman (Ketua PCNU Kabupaten Malang) dan Dr Hasan Abadi (Rektor Unira Malang) yang patut dipertimbangkan untuk diusung PKB.

Kedua nama ini sebelumnya telah mendaftarkan diri sebagai bakal calon Bupati Malang dalam Pilkada tahun 2020 melalui PDI Perjuangan dan partai besutan Surya Paloh, Nasdem.

Pertama, Umar Usman atau yang mengusung slogan “Dokter Rakyat”. Umar Usman adalah sosok yang kini menjabat sebagai Ketua PCNU Kabupaten Malang. Itu merupakan kader NU yang jejak kaderisasinya tidak diragukan dilingkungan NU.

Umar Usman mengawali kaderisasi di NU relatif dari bawah dengan menempati struktur sebagai Komandan Banser GP Ansor, Ranting Desa Jatirejoyoso pada tahun 1999. Selain Ketua PCNU Kabupaten Malang, Umar Usman saat ini juga merupakan abdi negara alias berstatus PNS dengan menjabat sebagai Direktur RSUD Kota Malang.

Diungkapkannya, Umar Usman memiliki potensi dukungan yang cukup besar dikalangan masyarakat Kabupaten Malang yang mayoritas warga Nahdliyin. Dengan bekal ketokohannya masing-masing, di tubuh NU terbuka berpeluang merebut suara Nahdlyin.

Secara umum, praktis tinggal pertimbangan moril posisi Umar Usman yang saat ini sebagai PNS dengan jabatan sebagai Direktur RSUD Kota Malang yang perlu pertimbangan plus-minusnya.

Dari itu, tokoh yang akan diusung PKB tentu harus yang dapat menarik warga Nahdliyin yang saat ini merupakan kelompok mayoritas di Kabupaten Malang. Selain itu, potensi komposisi untuk pemilih pemuda atau milenial dan pemilih pemula di Kabupaten Malang juga sangat menjanjikan.

Menurut data proyeksi BPS, pemilih yang berkategori pemuda atau milenial di Kabupaten Malang berpotensi mencapai kurang lebih 30 persen. (Had)