Tiga Bocah Singosari Diduga Jadi Korban Penganiayaan

Salah satu korban dugaan penganiayaan (baju merah kiri) dimintai keterangan penyidik di Unit PPA Satreskrim Polres Malang (Dhimas)

BACAMALANG.COM – Tiga bocah warga Perum Pondok Mutiara Dengkol Kecamatan Singosari Kabupaten Malang diduga menjadi korban penganiayaan tetangganya.

Ketiga korban masing-masing ZSN (13), MAP (11), serta HW (11). Mereka diduga dianiaya oleh NN pada sekitar pukul 20.00 WIB, Senin (10/5/2021).

Akibat kejadian tersebut, keluarga ketiga bocah itu didampingi Dewan Pimpinan Daerah Lumbung Informasi Rakyat atau DPD LIRA Malang Raya, melapor ke Polres Malang, Senin (17/5/2021).

Ketua DPD LIRA Malang Raya, H M Zuhdi Achmadi menjelaskan, awalnya ada enam bocah tengah bermain di sekitar rumah NN. Mereka bermain lempar batu kerikil yang kemudian mengenai bagian rumah NN.

“Anak-anak ini baru pulang terawih, ada enam anak, itu melempar kerikil diatas kanopi. Kan bunyi, mungkin itu menimbulkan kemarahan pelaku,” kata pria yang akrab disapa Didik.

Didik menambahkan, pelaku sempat mengejar keenam anak tersebut. Tiga anak berhasil ditangkap dan tiga lainnya lolos.

“Korbannya ada tiga orang. Jadi semua rata-rata matanya ini lembam terus kornea matanya ini memerah. Pengakuannya, digampar terus ditempeleng,” ucapnya.

Ketua DPD LIRA Malang Raya, H M Zuhdi Achmadi menunjukkan surat laporan di Mapolres Malang (Dhimas)

Usai kejadian dugaan penganiayaan itu, ketiga korban langsung di visum sebagai bagian dari syarat membuat laporan ke Polres Malang. Orang tua ketiga korban sempat berinisiatif mendatangi kediaman NN, namun niat baik itu ditolak mentah-mentah.

“Ya trauma jelas, dia takut, setiap melihat orang yang tampangnya sangar takut,” Didik mengakhiri.

Sementara salah satu korban MAP, memang mengakui mendapat perlakuan kasar dari NN. “Orangnya ngejar, terus saya ditangkap dan dipukul,” tutur MAP.

Hingga saat ini, laporan penganiayaan tersebut sudah ditangani Unit PPA Satreskrim Polres Malang. Beberapa saksi termasuk tiga korban telah dimintai keterangan. (mid/red)