Tingkatkan Partisipasi, KPU Kabupaten Malang Sosialisasi untuk Kaum Difabel

Foto: KPU Kabupaten Malang Sosialisasi Kepada Kaum Difabel. (ist)

BACAMALANG.COM – Dalam upaya meningkatkan partisipasi pemilih dalam Pilbup Malang 220i, KPU Kabupaten Malang melakukan sosialisasi untuk kaum difabel.

“Untuk meningkatkan partisipasi pemilih dalam Pilbup Malang 220i, Kami melakukan sosialisasi kepada kaum difabel,” tandas Ketua KPU Kabupaten Malang, Anis Suhartini.

Sekilas informasi, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Malang mensosialisasikan pemilihan bupati dan wakil bupati kepada para difabel yang tergabung dalam Kelompok Usaha Difabel Bina Mandiri Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang di gedung Cindewilis Desa Pakisaji Kecamatan Pakisaji.

Puluhan difabel yang tergabung dalam Kelompok Usaha Difabel Bina Mandiri se- Kabupaten Malang mengikuti sosialisasi jelang pilkada yang tinggal beberapa hari lagi .

Sosialisasi terkait cara pemungutan suara, pelaksanaan pada 9 Desember dan jumlah paslon yang mengikuti pilkada serta ajakan kepada tetangga dan teman untuk memilih dan menerapkan protokol kesehatan dalam melakukan pencoblosan.

Anis Suhartini memberikan pertanyaan kepada mereka dan langsung memberikan hadiah sebagai penyemangat mereka dalam memahami pemilihan kepala daerah .

Terkait waktu pelaksanaan pemungutan suara nanti, terus disosialisasikan, yaitu dimulai dari pukul 7 pagi hingga pukul 13 sore. Pemilih difabel juga akan mendapat perlakuan khusus dari petugas KPPS nantinya dibanding pemilih yang normal serta mendapatkan skala prioritas.

Mencoblos surat suara dengan benar juga disosialisasikan kepada para difabel baik di gambar paslon ataupun pada nomornya, yang membuat surat suara dinyatakan sah.

Menurut Anis Suhartini, jika perlu diberikan sosialisasi kepada pemilih difabel dalam pilkada nanti, meskipun tidak ada perlakuan khusus, namun TPS dibuat senyaman mungkin hingga para pemilih difabel bisa melakukan pemungutan.

“Untuk tuna netra dilakukan pendampingan yang juga disediakan kertas suara braille, dan melihat sosialisasi yang terus diberikan KPU, tingkat pemilih kalangan difabel bisa mencapai 100 persen,” kata Anis Suhartini.

Kini, pelaksanaan pemungutan suara tanggal 9 Desember semoga teepilih pemimpin yang sesuai hati nurani rakyat. (*/had)