Tingwe Ngetrend, Vendy dan Aan Hadirkan Aneka Tembakau Nusantara

Hadirkan aneka tembakau nusantara. (far)

BACAMALANG.COM – Istilah tingwe diambil dari bahasa Jawa yang berarti nglinting dewe sudah menjadi trend masa kini beberapa tahun belakangan ini, dan sudah menjadi magnet bagi anak muda untuk mencicipi aneka ragam tembakau khas dari Nusantara.

Sebelum tembakau menjadi trend saat ini, pasangan muda Vendy dan Aan Mae asal Jember sudah menjalani usaha berjualan tembakau. Yang menjadi ciri khas toko tembakau ini menyediakan lebih dari 50 jenis tembakaunya dari berbagai daerah di Indonesia. Toko ini bernama Mbako Nyonya.

“Awal mula toko ini berdiri di Bulan Februari 2016 waktu masih membantu kakek yang masih fokus dengan tembakau grosir atau pengiriman ke pabrik rokok. Pada bulan Agustus 2016 mulai berjualan online, lalu 2017 ijin kepada kakek untuk menjual eceran karena permintaan konsumen semakin meningkat. Pada waktu itu masih jarang orang mengenal tingwe kalau bukan orang-orang yg sudah tua,”ujar Aan Mae.

Sempat terjatuh kemudian bangkit lagi juga mengiringi perjalanan usaha pasangan muda ini. ” Di awal tahun 2018 sempat mengalami fase jatuh sampai tahun 2019. Dengan kondisi saat itu fokus buka toko baru di Genteng Banyuwangi.

Hingga sekarang sudah membuka 5 toko cabang dan 1 toko pusat, diantaranya di sekitaran kampus UNEJ Jember, Goa – Makassar, 2 cabang di Genteng – Banyuwangi, Merjosari – Malang, dan di pusat mbako Nyonya sendiri yang berada di Jember,” sambung Vendy.

Vendy menambahkan, nama mbako Nyonya sendiri berawal dari panggilan suami kepada istri semasa waktu SMA dulu, dan terbesit untuk menamakan toko tembakaunya dengan nama Mbako Nyonya.

“Nama mbako Nyonya dulu berawal dari panggilanku kepada istri semasa waktu SMA dulu, dan pakai nama mbako bukan tembakau agar ada unsur Jawanya dan mudah diucap. Akhirnya jadilah nama Mbako Nyonya,” jelasnya.

Kisaran harga yang relatif murah, mbako Nyonya juga melayani grosir dalam jumlah besar. “Kisaran harga Rp 15 ribu per ons sampai Rp 100 ribu per ons. Harga grosir juga melayani reseller otomatis harga grosir di bawah harga ecer karena mau dijual lagi. Minimal untuk harga grosir pembelian 1 kilo,” ungkapnya saat ditemui media di Mbako Nyonya cabang Malang.

Di sisi lain jumlah varian tembakau lebih dari 50 daerah di Nusantara menjadikannya toko tembakau yang lengkap serta ditunjang dengan peralatan tembakau yang komplit.
“Kami menyediakan tembakau dari aceh sampai NTB. Yang paling banyak permintaan dan jenis tembakaunya dari Jawa Timur. Kami menyediakan 55 jenis tembakau original dari berbagai daerah di Indonesia, juga ada tembakau aromatik, dan tembakau kemasan. Selain itu ada juga produk pendukung berupa papir, cengkeh, perlengkapan alat linting, filter, pipa cangklong, kotak rokok dan lain-lain. Prinsip penikmat tembakau setiap orang punya selera masing – masing. Kita memfasilitasi mana yang paling cocok. Yang menjadi pembeda dengan toko tembakau yang lain, di mbako Nyonya ini bebas mencampur tembakau. Bahkan sampai ada konsumen yang mencampur 9 tembakau,” terang Vendy.

Harapan ke depan, mbako Nyonya terus berproses dan berprogres atau istilahnya Continues improvement. Dari jenis tembakau, buka cabang, pelayanan dan lain-lain. Kami punya standar sendiri untuk mencari tembakau yang terbaik. Segmen pasar bukan kalangan menengah saja, ternyata yang menengah ke atas diluar dugaan juga banyak,” imbuhnya.

Motivasi untuk pemuda yang akan memulai bisnis usahanya agar fokus pada usaha yang digeluti, jujur dan selalu berinovasi. ” Yang penting fokus dan jadilah diri sendiri untuk berinovasi. Jujur dan fokus dalam menjalankan usaha,” pungkasnya. (far)