Tips Foto Pra Wedding Ala Leo Hariyanto

Profesional wedding fotografer Leo Hariyanto saat paparan dalam Gathering Malang Photo Club, featuring Bank OCBC NISP di Lafayette Coffee Malang, Minggu, (19/6/2022). (ned)

BACAMALANG.COM – Tugas fotografer adalah mampu membuat orang melihat sebuah kisah dengan foto-foto karyanya. Hal ini diungkapkan Leo Hariyanto, seorang profesional wedding fotografer dalam Gathering Malang Photo Club, featuring Bank OCBC NISP di Lafayette Coffee Malang, Minggu, (19/6/2022).

Leo memaparkan sejumlah tips bagaimana menjalin komunikasi dengan klien, khususnya saat memotret pasangan untuk pra-wedding. “Basicnya ditentukan dari kisah cinta setiap pasangan. Jadi kita tinggal merangkainya, dengan langkah awal menjalin komunikasi dengan mereka,” ujarnya.

Fotografer asal Surabaya ini mengatakan, komunikasi sangat penting agar fotografer menjadi banyak tahu tanpa jadi sok tahu. Biarkan tema adalah dari kisah pasangan itu sendiri. “Jika hubungan sudah enak, maka sesi foto akan menyenangkan, karena pra-wedding maupun wedding adalah proses yang melelahkan bagi kedua belah pihak,” tegasnya.

Leo menambahkan, bahwa fotografer juga harus mengatur posisinya antara ada dan tiada, “Sehingga mereka enjoy dengan momen mereka sendiri, tanpa terasa terganggu dengan kehadiran kita,” imbuh pria yang juga dikenal sebagai Sony Alpha Guru ini.

Ia memberi tips agar pasangan yang notabene bukan model, dapat diarahkan agar menghasilkan foto yang menarik. “Klien bukanlah model, sehingga berikan sesuatu yang biasa  untuk dilakukan, seperti jalan, gandengan, memegang bunga dan sebagai,” terangnya.

Dikatakan Leo, tentukan juga pola pemotretannya terlebih dahulu. Berapa foto untuk pengambilan wide, medium, dan close-up. “Pola akan memudahkan kita menciptakan atau mengatur momen  yang diimbangi dengan eksekusi cepat dan tepat, karena semakin sering mengulang momen akan merusak mood,” bebernya.

Ia juga mengingatkan, agar jangan lupa membuat foto yang detail sebagai bagian dari keseluruhan kisah pasangan tersebut. “Memang kalau diperhatikan, pose pra-wedding ya seperti itu-itu saja, tapi tidak masalah, karena bagaimanapun juga menurut saya itu adalah pose yang everlasting,” tandasnya.

Para peserta Gathering Malang Photo Club, featuring Bank OCBC NISP di Lafayette Coffee Malang, Minggu, (19/6/2022). (ist)

Sementara Ketua Malang Photo Club (MPC) Jayadi Sugito yang juga menjadi pembicara membeberkan tentang bagaimana menangkap, menciptakan maupun mengonsep momen dalam fotografi.

Jayadi menjelaskan, menangkap momen dalam situasi tertentu, fotografer harus jeli, melihat, memutuskan tanpa mengarahkan. “Kalau yang kedua, yaitu menciptakan momen adalah menyikapi suatu keadaan, salah satu bisa dengan menyetting objek foto atau mengolahnya dengan teknik tertentu,” ujarnya.

Sedangkan momen konsep, imbuh dia, dibutuhkan imajinasi untuk merealisasikan keadaan. Intinya harus kreatif, dengan persiapan sebelumnya, baik model, properti dan sebagainya.

Regional Head OCBC NISP Jaea Timur, Bali & Mataram Livyana Wijaya menuturkan, gathering ini sebagai salah satu bentuk edukasi literasi perbankan kepada masyarakat. “Kami sengaja menggandeng berbagai komunitas, agar dapat dapat ikut membantu mengembangkan bisnis dari anggota komunitas tersebut,” pungkasnya. (ned)