UMM Jadi Lokasi Raker BAPOMI 2020, Ini Agendanya

Foto: UMM Jadi Lokasi Raker BAPOMI 2020. (ist)

BACAMALANG.COM – Mengagendakan perbaikan program dan mutu pengurus,
Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi tuan rumah Rapat Kerja VI (Raker) Pengurus Provinsi Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (BAPOMI) Jawa Timur 2020.

“Pelaksanaan rapat kerja BAPOMI tahun ini tidak hanya berusaha untuk memperbaiki program saja, tapi juga meningkatkan kualitas pengurus BAPOMI yang berasal dari seluruh perguruan tinggi Jawa Timur,” terang Dr. Supriyadi, M.Kes, salah satu perwakilan BAPOMI Jawa Timur.

Rakor Luring dan Daring

Seperti diketahui, UMM ditunjuk menjadi tuan rumah rapat kerja VI Pengurus Provinsi Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia Jawa Timur tahun 2020.

Rapat kerja tahun ini diselenggarakan dalam dua format sekaligus yakni secara daring dan luring pada Jumat, (04/12) di Aula GKB 4 Lt. 9 UMM.

Pelaksanaan secara luring dihadiri oleh 17 perwakilan, sementara format daring dihadiri oleh 32 perwakilan perguruan tinggi se-Jawa Timur.

Lebih lanjut, rapat kerja ini membahas mengenai program-program kerja yang telah dilakukan selama satu tahun terakhir. Selain itu juga melakukan evaluasi yang akan menjadi pedoman untuk menyusun program-program baru selama satu tahun ke depan.

Ia juga berharap adanya agenda ini bisa meningkatan koordinasi dan juga pengembangan kegiatan olahraga mahasiswa di tiap perguruan tinggi, khususnya di wilayah Jawa Timur.

“Semakin baik koordinasi dan pengembangan yang dilakukan, maka semakin baik pula kualitas program yang dicanangkan,” jelasnya.

Cabor Baru ROUNDNET

Di samping membahas program, BAPOMI juga melakukan sosialisasi untuk cabang olahraga baru di Indonesia, yaitu Roundnet. Olahraga Roundnet sendiri merupakan cabang olahraga yang baru saja berdiri pada awal tahun 2020 di Bandung.

“Olahraga ini memang masih baru ada di Indonesia. Meski begitu, Indonesia sudah aktif mengikuti beberapa kompetisi. Salah satunya berpartisipasi dalam kejuaraan dunia yang diselenggarakan pada September 2020 lalu. Sayangnya masih belum bisa menjadi juara, tapi paling tidak kita sudah berhasil menapakkan langkah pertama dalam dunia olahraga Roundnet,” ungkap Abdul Rahman, perwakilan roundnet Indonesia.

Terakhir, ia juga ingin agar sosialisasi yang sudah dilakukan dapat menjadi tahap awal untuk menarik perhatian masyarakat Indonesia secara luas. Kemudian cabang Roundnet ini bisa berkembang dan menjadi salah satu olahraga favorit disamping sepakbola dan olahraga lainnya. (*/had)