Uniknya Ritual Kenduren Petik Kopi Kampung Sumberdem Kecamatan Wonosari

Caption : Kenduren mulai petik kopi masyarakat Kampung Sumberdem Wonosari. (ist)

BACAMALANG.COM – Nusantara memiliki keanekaragaman budaya dan adat-istiadat yang wajib dilestarikan bersama karena mengandung nilai-nilai yang adi luhung.

Salah satu yang unik dan menarik adalah tradisi Ritual Kenduren Petik Kopi masyarakat Kampung Kopi Sumberdem Kecamatan Wonosari Kabupaten Malang.

Biasanya acara kenduren tersebut digelar pertanda dimulainya musim panen kopi

Tujuan diadakannya acara ini adalah bentuk syukur para petani kopi disini kepada Allah SWT, dengan bersedekah kepada para tetangga yang diundang.

Jumlah petani kopi di kampoengkopi Sumberdem kurang lebih 80-90% jumlah keluarga adalah petani kopi (bagi yang punya lahan). Atau setara dengan sekitar 1.200 KK.

HASIL DROP 60 %

Hasil kopi saat ini untuk musim panen tahun ini bisa dibilang panen menurun sekitar 60%.

Lebih sedikit dari musim sebelumnya. Dikarenakan waktu musim bunga tahun kemarin cuaca yang kurang baik waktu mekarnya bunga kopi.

Sehingga banyak bunga yang busuk. Juga hujan malam dengan itensitas tinggi yang terjadi sebelum musim panen sehingga buah banyak yang jatuh sebelum tua.

“Dengan harga sekarang omset kami sangat turun. Harga kopi belum bisa bersahabat dengan petani kopi disini. Dengan alasan itu juga saya dan teman-teman membentuk kampoengkopi_sumberdem untuk memproses hasil panen kami biar ada peningkatan ekonomi bagi para petani. Dan produk kami beri merek kopi sumberdem 1832,” tutur Warga Kampoengkopi Sumberdem, Sukadianto.

“Kenduren metik kopi dimaknai sebagai penghormatan buat Mbok Sri Grompol, dalam kepercayaan kami adalah seperti dewi yang melambangkan kemakmuran yang mengkoni buah/biji kopi. (digenduren pasti ada jenang grendul),” urainya.

“Juga bentuk penghormatan kepada Syech Sadzeli yang dipercaya sebagai sosok pembawa bibit kopi yang ditanam di daerah kami,” paparnya.

Untuk melestarikan adat istiadat dan budaya dituangkan dalam slogan kampoengkopi_sumberdem Menjaga tradisi lebih dekat dengan kopi.

“Harapan dari Kenduren ini selain kita bisa berbagi rejeki dengan para sanak-sudara juga ke tetangga. Juga sebagai bentuk permohonan supaya hasil panen kami bisa berkah, tertuang dalam ikrar genduri (mugi-mugi saget o berkat ginarap mandel cinekel) semoga berkah dikerjakan, banyak didapatkan. Tertuang juga dalam doa setelah ikrar”Allohuma puter giling soko lor, kedol, etan, kulon mbok Srigrompol sesek ngarep panjel mburi”ya Allah memulai mengiling dari semua arah, semoga melimpah di depan sampai belakang,” pungkasnya. (had)