Urgensi Relokasi Pengungsi Semeru, Begini Kata Relawan Poslap NU

Salah satu rumah yang disewa warga (Slamet). (ist)

BACAMALANG.COM – Pasca bencana Awan Panas Guguran (APG) Gunung Semeru masih banyak agenda penanganan bencana yang mesti diselesaikan.

Beberapa agenda penanganan bencana tersebut semisal relokasi, pemberian sumber penghidupan (mata pencaharian), trauma healing, pemenuhan akses pendidikan anak, dan lainnya.

” Kalau trauma healing ataupun pendampingan psiko sosial untuk di tempat-tempat pengungsian untuk saat ini minim, karena sebagian relawan sudah ditarik. Kalau untuk kegiatan produktif sepertinya masih minim menurut saya untuk sementara ini,” terang Sukarelawan Poslap NU Pronojiwo, Salam, Kamis (13/1/2022).

Selanjutnya ia menjelaskan terkait donasi dan pembagiannya. “Untuk alur donasi, keluh kesah masyarakat sekitar (yang benar-benar terdampak) merasa ada yang kurang tepat pada sasaran. Karena ada pengaduan warga terdampak melihat orang-orang yang memanfaatkan peluang untuk mendapatkan bantuan, padahal mereka bukan warga terdampak dengan menempati tempat pengungsian,” terang Salam.

Ia mengatakan kebutuhan paling urgen adalah Relokasi. “Untuk kebutuhan, sementara ini yang paling urgent adalah kepastian relokasi karena sebagian warga sudah tidak sabar dengan hal itu. Bahkan ada sebagian warga merasa tidak nyaman di tempat pengungsian bahkan yang menumpang di rumah famili maupun tetangga, karena keterbatasan waktu serta privasi dalam keluarga,” tuturnya.

“Untuk donasi secara keseluruhan terbilang aman. Namun ada keinginan warga untuk sambil menunggu relokasi ini, ingin menyewa rumah kontrakan keluarga. Dengan tujuan menjaga privasi keluarga dan keamanan,” imbuhnya.

Dikatakannya kebutuhan lain adalah peralatan dapur. “Warga terdampak membutuhkan peralatan dapur utamanya bagi warga yang menempati Huntara maupun di rumah kontrakan. Karena peralatan dapur mereka sudah tak layak pakai (hilang),” pungkasnya. (had)