Usaha Salon di Tengah Pandemi, Pasarkan dengan Medsos, Tak Jarang Digratiskan

Buka usaha salon di tengah pandemi. (ist)

BACAMALANG.COM – Rahma Aldila, pemilik salon Adaralla Attire yang berlokasi di Jalan Binangun no. 34 RT 04 RW 08 Desa Genengan Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang ini, mengawali bisnisnya dari hobi merias untuk teman-temannya .

Hobi inilah yang akhirnya membuatnya ketagihan, sehingga mendapatkan order merias mulai dari tetangga, rekan maupun saudaranya, baik yang di Malang hingga Jakarta .

Ia mengatakan, dalam mempermudah pemasaran usahanya, digunakanlah fasilitas media sosial seperti Instagram, facebook dan twitter .

Demi mengasah hobinya merias pula, dirinya juga mengikuti workshop dan kursus kecantikan di Inez. Hal ini juga membuat para pelanggannya menjadi puas dari hasil karyanya.

Bandrol untuk setiap customer, lanjut dia, juga bisa di nego sebelum acara dilakukan. Artinya, dirinya memberikan solusi agar customer tetap bisa menggunakan usahanya dengan harga yang sangat terjangkau mulai Rp 1 juta hingga Rp 4,5 juta.

Bahkan, ia mengaku teringat nasehat ayahnya apabila ada orang yang benar-benar tidak mampu untuk diberikan secara gratis dengan syaratnya bersedia kerjasama menjadi agen pemasaran usaha salonnya.

“Kami tidak melulu bisnis rapi, tapi juga ada nilai kepedulian kepada saudara kami yang kurang beruntung. Saya gak takut rugi, karena pasti Allah SWT akan menggantikannya,” tandas alumnus SMKN 3 Kota Malang ini

Dalam menjalankan bisnisnya ini, ia juga dibantu oleh adiknya yakni Alya Amerrah. “Juga ibu saya Wiwit Utami, ayah saya Bapak Sudirmanto, dan suami saya selaku fotografer,” paparnya. Ia menjelaskan, salonnya ini memang usaha keluarga untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Dalam menjalankan usahanya ini, ia juga melayani Jakarta, Malang dan Gresik. “Saat ini masih fokus di wilayah Malang agar lebih dikenal khususnya untuk dunia kampus dan mahasiswa perguruan tinggi. Langgana kami dari Universitas Brawijaya dan Universitas Muhammadiyah Malang,” imbuhnya.

Menurutnya, hal yang paling menyenangkan dalam berbisnis adalah kepuasan customer puas. Sementara resiko pekerjaannya memang harus bisa bangun pagi-pagi.

Sudirmanto, ayah pemilik Salon ini mengaku bahwa adanya usaha ini diniati sebagai ibadah. “Usaha ini sudah cukup lama, sejak saya masih di Jakarta. Karena ada pandemi seperti ini, kami mencoba mengembangkan usaha di Malang,” tuturnya.

Menurutnya, di Malang ini customernya lebih banyak mulai dari acara bersih desa, wisuda sampai pengantinan. “Ya harapannya jasa make up putri saya ini bisa semakin bagus,” jelasnya. (yon)