Usung Semangat Inklusif, Arek-arek Malang Luncurkan Film Celah Cahaya

Para pendukung film pendek "Celah Cahaya" saat rilis di Studio 4 Movimax Mall Dinoyo City, Minggu (5/12/2021). (ned)

BACAMALANG.COM – Pandemi Covid-19 yang berdampak pada semua sektor kadang menjadi momen untuk tetap berkarya dan berkreasi. Seperti di bidang sinema dengan munculnya beberapa film pendek, salah satunya adalah film “Celah Cahaya”.

Film ini merupakan produksi DD Kids Public Speaking yang mengusung semangat inklusif dengan kisah tentang indahnya persahabatan tanpa memandang perbedaan. Kiral (Priawan Daniel), adalah seorang siswa sekolah yang hidupnya berkecukupan namun sederhana. Ia berteman dengan penjual koran Adit (M. Satrya Abinaya) yang punya kakak tuna netra bernama Putri (Syahputri Mai Nonara). Persahabatan ini awalnya tidak disukai teman-teman Kiral, namun setelah melihat Putri ternyata punya talenta menyanyi, akhirnya mereka mengajak dia tampil bersama dalam pentas seni sekolah.

Sutradara “Celah Cahaya” Rulli Suprayugo mengatakan, film yang dibuat untuk memeringati Hari Disabilitas Internasional dan Hari Anak Sedunia ini memang ingin menghilangkan stigma masyarakat yang kadang masih ‘under estimate’ kepada kaum disabilitas. “Dalam film ini saya ingin menggelorakan semangat inklusif, dimana peluang untuk bersinar dan mewujudkan mimpi itu sama, apakah mereka normal maupun difabel,” ungkapnya saat rilis film ini di Studio 4 Movimax Mall Dinoyo City, Minggu (5/12/2021).

Judul Celah Cahaya, imbuh Rulli, diambil dari kelebihan talenta tokoh utama Putri yang tuna netra.
“Di antara gelapnya dunia tuna netra ada sesuatu yang menjadi cahaya yakni talenta menyanyinya itu, bahkan ia sendiri yang menyanyikan soundtracknya,” tegas salah satu pengajar di DD Kids ini.

Rulli juga mengatakan meski masih pandemi, film yang digarap selama 4 bulan ini merupakan karya para pekerja kreatif lokal Malang. “Mulai pemeran para siswa DD Kids Public Speaking, rekan-rekan disabilitas hingga kru film dan lokasi, pokoknya yang terlibat semuanya dari Malang,” tandas pria yang juga MC kondang ini.

Berbekal pengalamannya menggarap dua film pendek sebelumnya, Rulli mengemas adegan-adegan di dalamnya dengan ringan dan sederhana. Bahkan bagian yang menampilkan para disabilitas justru hanya muncul sekitar seperempat bagian terakhir, namun menjadi konklusi di film berdurasi 30 menit ini.
Memang ada beberapa adegan yang pemerannya masih terlihat kaku, namun secara keseluruhan pesan dalam film ini pun tetap tersampaikan.

Executive Producer dan penulis naskah film “Celah Cahaya”, Ika Dian Anggreini bersyukur akhirnya film ini bisa ditayangkan di bioskop. “Tujuannya untuk meningkatkan empati kepada teman-teman disabilitas, dan menumbuhkan sifat berbagi kepada sesama,” ungkap founder DD Kids Public Speaking ini.

Sementara Syahputri Mai Nonara yang berperan sebagai Putri mengaku senang dan tidak kesulitan berakting dalam film ini. “Semoga ada kesempatan lagi, sehingga bisa bertemu pak Jokowi (Presiden RI-red),” pungkas siswa kelas 6 SD ini. (ned)