Usung Tema Bestopia, HUT SMPN 3 Kota Malang Digelar Live Streaming

Foto: Proses pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh kepala sekolah SMP Negeri 3 Malang, Dra. Mutmainah Amini, M.Pd (wahyu)

BACAMALANG.COM – Mengusung Tema Bestopia, peringatan HUT SMP 3 ke-71 Kota Malang digelar secara Live Streaming.

“Bestopia itu tema pilihan anak-anak yang diwakili oleh pengurus OSIS yang ingin menunjukkan bahwa anak-anak Bintaraloka SMP Negeri 3 Kota Malang itu tetap bebas berkreasi, tetap bisa berprestasi walaupun sedang berada di masa pandemi. Itu yang diharapkan bisa tergambar di kegiatan ini. Maka kegiatan ulang tahun Kita dilakukan secara live streaming,” terang Guru Bahasa Indonesia, Maria Goretti Suparmi, S.Pd, Rabu (17/3/2021).

Maria mengatakan, karena tahun lalu sudah disiapkan matang tinggal perayaannya saja tetapi langsung diliburkan karena pandemi. “Jadi kegiatan tahun lalu sudah disiapkan matang terpaksa dibatalkan. Nah sekarang Kita berusaha untuk tetap memperingati secara daring,” jelasnya.

Kegiatan dalam peringatan ini adalah lomba-lomba, ada tujuh lomba mulai dari lomba memberikan ucapan selamat ulang tahun dari setiap kelas diwakili oleh satu orang peserta didik beserta keluarga, lomba podcast, lomba nyanyi solo, ada lomba tiktok, lomba hand lettering menulis HUT SMP Negeri 3 Malang dengan tulisan yang bagus.

Sejak pagi dilakukan jalan sehat, lalu senam bersama dengan menerapkan protokol kesehatan. “Yang datang hanya para guru, karyawan dan pengurus OSIS serta panitia acara yang hadir. Jadi tidak bisa semua,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, yang membedakan acara tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya yaitu bisa mengadakan acara secara langsung mengumpulkan banyak orang, alumni, anak-anak semuanya, dan orang tua. Namun pada saat ini tidak bisa didatangkan semua karena pandemi.

Ia mengungkapkan, pihaknya mengadakan acara dengan dekorasi yang biasa. Sehingga tidak mengeluarkan dana seperti biasanya, semisal untuk dekor. Pihaknya mencari sponsor karena tidak diperbolehkan menarik dana dari warga sekolah. “Jadi Kami berusaha mencari sponsor. Kebetulan ada orang tua peserta didik yang sudah lulus ingin syukuran ikut bersama disini,” urainya.

Ia mengatakan, meskipun pandemi harus tetap semangat. “Kami ingin supaya semangat motivasi belajar anak-anak terjaga walaupun berada di masa pandemi. Anak-anak harus tetap bersemangat, harus terus termotivasi untuk meraih prestasi, walapun pembelajarannya jarak jauh. Jadi jangan sampai luntur semangatnya harus bisa tetap mengerjakan soal-soal, mengerjakan tugas-tugas dengan baik,” tegasnya.

Wadah kreasi Positif

Sementara itu, Wakil Ketua Panitia, Koordinator seluruh lomba, serta Koordinator sie acara, Drs. Nur Rochmat mengatakan, pengambilan tema Bestopia adalah meskipun di era pandemi seperti ini, sekolah SMP Negeri 3 Malang terutama guru, karyawan, kepala sekolah itu tetap memberikan wadah kepada peserta didiknya untuk tetap berkreasi dan bersifat positif.

Adanya lomba dinilai cukup mendidik. Semisal fotografi, hand lettering, dan podcast. Podcast misalnya membantu membuat anak-anak menjadi percaya diri, confident dalam berdialog, tanya jawab dengan topik yang bagus mengenai era pandemi, dan karya-karya tersebut dapat dilihat di media sosial mereka,

Ia mengungkapkan pada pagi agendanya jalan sehat, kemudian senam, prepare, dan selanjutnya perform penampilan penampilan peserta didik SMP Negeri 3 Malang,

Menariknya ada tamu dari beberapa alumni tahun angkatan 70 dan 80-an. “Disini ikatan alumninya kuat, apalagi kalau acara seperti biasa sebelum era pandemi, alumni itu yang datang ada ratusan. Sebenarnya Kami tidak mengundang namun ikatan persaudaran alumni SMP Negeri 3 Malang ini kuat,” jelas pria yang akrab dipanggil Sony ini.

Ia berpesan agar tetap semangat berkarya meski pandemi. “Pesan saya walapun di era pandemi seperti ini tetap semangat karena apapun kondisinya tidak ada satu alasanpun untuk Kita menjadi malas. Tetapi Kita wajib belajar lebih giat, karena itu yang menikmati diri Kita sendiri. Kita jangan lihat sekarang tapi 10 tahun lagi. Kalau Kita pada saat ini malas-malasan nanti yang rugi diri sendiri. Kita ini senior-senior yang akan diganti oleh junior-junior inilah yang akan menjadi tonggak negara. Dasar tonggak negara ini adalah pendidikan,” pungkasnya. (wah/had)