Vaksinasi di Kejari Kota Malang, Walikota Beri Apresiasi

Foto: Kajari Kota Malang Andi Darmawangsa saat menyerahkan kartu vaksinasi kepada sopir angkot. (yog)

BACAMALANG.COM – Sinergi Kejari Kota Malang bersama Dishub dan Dinas Kesehatan Kota Malang mengadakan vaksinasi diikuti puluhan sopir angkot di Kota Malang di halaman depan Kantor Kejari Kota Malang, Kamis (8/06/2021). “Pelaksanaan vaksinasi ini sesuai dengan instruksi Jaksa Agung Republik Indonesia; bahwa Jaksa harus ikut serta mendukung Pemerintah Kota dalam penanggulangan Covid-19,” tegas Kepala Kejaksaan Negeri Kota Malang Andi Darmawangsa SH MH.

“Hari ini Jaksa Peduli mengadakan vaksinasi kepada warga sekitar kantor kejaksaan Negeri Malang dan warga Adhyaksa Kota Malang. Ada komponen di dalamnya, yakni warga Adyaksa Kota Malang ada 100 orang, paguyuban supir angkot yang mangkal di Arjosari dan warga sekitar sini. Pagi ini yang terdaftar kurang lebih sudah 200,” ujar Andi.

Dikatakannya, jaksa diharapkan berperan serta dalam membantu Pemkot Malang dalam menangani Covid-19. “Ini juga dalam rangka Hari Bakti Adhyaksa ke 61 dan hari lahir IAD yang ke 21. Ada dua momen yang digabungkan untuk lebih peduli dengan masyarakat. Vaksinasi ini Kami juga menyasar sopir angkot karena kebetulan kantor Kami ada di lingkungan Terminal Arjosari , sehingga lebih dekat. Kedua, mereka menjadi kelompok yang rentan akan terkena Covid, karena setiap hari mengangkut orang, yang tidak mengetahui penumpangnya positif atau tidaknya. Saat ini Kami gunakan vaksin Sinovac,” ujar Andi.

Sementara itu, Sekretatis Paguyuban Angkot AJG (Arjosari-Janti -Gadang), Agus mengatakan bahwa dirinya senang bisa menhikuti vaksin di kantor Kejari Kota Malang. “Alhamdulillah sudah dapat vaksin. Bisa menunjukkan kepada penumpang bahwa sopir juga sudah vaksin. Tadi setelah dapat kabar ada vaksin, Kami langsung berangkat. Mendukung program pemerintah, untuk kesehatan dan kenyamanan saat bekerja. Terimakasih Kejaksaan Negeri Kota Malang, semoga jaya,” ujarnya.

Vaksinasi juga diperuntukan untuk kelarga besar Kejari Kota Malang dan masyarakat umum dengan kuota 200 orang. Puluhan sopir angkot yang setiap harinya mencari penumpang di Terminal Arjosari, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, ini satu persatu mendatangi kantor Kejari Kota Malang. Agar tetap menjaga protokol kesehatan, pelaksanaan dilaksanakan di ruang terbuka. Begitu juga tempat duduk, diatur dengan jarak tertentu agar tidak terjadi kerumunan. Bagi peserta vaksinasi yang kedapatan memakai masker tidak layak, juga mendapat masker baru dari petugas.

Pada kesempatan kali ini, Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji hadir meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi ‘Jaksa Peduli’ yang digelar oleh Kejari. Pelaksanaan vaksinasi ini diikuti oleh 200 lebih orang, terdiri dari 100 orang supir angkot di Terminal Arjosari, 100 orang untuk keluarga besar kejaksaan, serta warga sekitar. Ia pun turut mengapresiasi pelaksanaan vaksinasi yang bertepatan dengan peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-61 serta Hari Ulang Tahun Ikatan Adhyaksa Dharmakarini ke-21. Menurutnya, ini merupakan wujud kolaborasi bersama antara Kejari Kota Malang dengan Pemerintah Kota Malang dalam upaya percepatan vaksinasi.

“Kota Malang dalam satu hari harus menghabiskan 21 ribu vaksin. Maka ini bagian dari percepatan vaksinasi, program vaksinasi di Kota Malang. Diharapkan maksimal di bulan September sudah lebih dari 500 ribu sampai 600 ribu orang yang tervaksin. Dengan jumlah perkiraan 70 persen dari jumlah penduduk di Kota Malang,” urai Sutiaji.

Dia menyebut bahwa program vaksinasi ini merupakan bentuk kepedulian atas nama kemanusiaan demi keselamatan bersama. “Karena pandemi ini bukan urusan Pemerintah Kota semata, tapi urusan kemanusiaan. Kita tumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan yang sangat-sangat dibutuhkan oleh kita semua,” ujar Sutiaji.

Sutiaji berpesan kepada masyarakat yang telah divaksin untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. “Vaksin yang sesungguhnya adalah disiplin dan disiplin. Kita masih sagat rendah disiplin kita. Jadi vaksin ini manfaatnya adalah mengurangi resiko terpapar. Mengurangi resiko kematian ketika dia terpapar. Sehingga meminimalisir jumlah kematian, mengurangi penyebaran Covid 19. Tetap laksanakan protokol kesehatan terutama 5M (Mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas di luar rumah,” pungkasnya. (*/had)