Vandalisme Kritik Sutiaji, Akademisi Ini Sebut Mudah Ditunggangi Kepentingan Politik

Caption : Dr Sakban Rosidi. (ist)

BACAMALANG.COM – Di tengah-tengah publik menanti kelanjutan proses penyidikan pelanggaran PPKM gowes Walikota Malang, muncul kritik lewat grafiti yang memantik tanggapan luas masyarakat.

Bahkan Akademisi IKIP Budi Utomo Malang (IBU), Dr Sakban Rosidi juga memberikan tanggapan yang intinya menilai jika aksi tersebut mudah ditunggangi kepentingan politik lain.

“Baik pesan maupun tindakan vandalisme (politik) bisa dipahami secara sosiologis-politik, tetapi tidak bisa dibenarkan secara hukum,” tegas Direktur Program Pascasarjana IBU (IKIP Budi Utomo) Malang, Dr Sakban Rosidi, Selasa (5/10/2021).

Menurutnya, Vandalisme atau grafiti politik secara sosiologis merupakan bentuk perlawanan tersembunyi (silent), tidak terang-terangan dan tidak melembaga alias kaum lemah terhadap penguasa.

“Sayangnya, tuntutannya sangat tampak sudah terpatri sebelumnya, dan tidak memiliki hubungan logis dengan kasus atau dugaan pelanggaran PPKM,” jelasnya.

Ia menjelaskan, gaya kritik vandalisme dengan pesan tersebut, sangat mudah ditunggangi oleh kepentingan politik lain.

“Mengapa? Karena akan ada yang diuntungkan apabila Sutiaji turun. Lebih memprihatinkan, vandalisme politik itu terkesan ada unsur kesengajaan dan direncanakan. Mengapa? Karena sudah menyiapkan piranti dan bahan. Perihal rombongan penggowes menerobos PPKM bisa saja bersifat spontan tanpa rencana. Sedangkan vandalisne politik yang dilaporkan media massa, sangat jelas secara sengaja dan sudah direncanakan. Semoga semuanya mawas diri,” pungkasnya. (had)