Viral Mobil Gunakan Sirine dan Strobo, Pengemudi Ditilang Polisi dan Minta Maaf kepada Masyarakat Kota Malang

Kanitregident Satlantas Polresta Malang Kota AKP Rahandy Gusti Pradana, S.I.K., M.Si saat konferensi pers terkait video viral mobil Honda Brio yang menggunakan sirine dan Strobo.(ist)

BACAMALANG.COM – Warganet Kota Malang sempat dihebohkan dengan beredar nya video amatir yang viral di media sosial. Dalam vidio tersebut, mobil Honda Brio warna putih menjadi perhatian pengguna jalan raya. Pasalnya, mobil berplat hitam nopol B-2509-FIZ ini menggunakan sirine dan strobo di tengah kemacetan.

Dalam video tersebut, memperlihatkan mobil berjalan mengambil lajur kanan. Seolah-olah, mobil pribadi tersebut berlagak layaknya mobil polisi yang membuka jalan untuk pengawalan. Kejadian viral tersebut terjadi pada Senin (16/5/2022) malam di Jalan MT Haryono Kecamatan Lowokwaru Kota Malang.

Akibatnya, banyak netizen berkomentar negatif. Menindak lanjuti vidio yang viral  tersebut, Satlantas Polresta Malang Kita bergerak cepat untuk mencari keberadaan mobil yang viral tersebut.

Kasat Lantas Polresta Malang Kota, Kompol Yoppi Anggi Khrisna melalui Kanit Regident Satlantas Polresta Malang Kota, AKP Rahandi Gusti Pradana menjelaskan, atas kejadian tersebut pihaknya langsung melakukan penyelidikan secara intensif, hingga akhirnya berhasil mengamankan pengemudi mobil tersebut.

“Pada hari ini, salah satu anggota kami melihat bahwa mobil tersebut sedang melintas di Jalan Wilis. Setelah itu, kami berhentikan dan yang bersangkutan kita ajak ke Polresta Malang Kota dengan sangat kooperatif,” jelas Kaur Regident dalam kegiatan konferensi pers yang digelar di Polresta Malang Kota, Selasa (17/05/2022).

Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa pengemudi mobil tersebut bernama Hafiz (21), warga asal Jakarta. Akibat tindakannya, polisi pun memberikan sanksi tilang. “Kami berikan tindakan penilangan kepada yang bersangkutan. Karena perbuatannya itu, telah melanggar Pasal 287 ayat (4) juncto Pasal 59 ayat (3) UU No 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Selain diberikan tindakan penilangan, sirine dan lampu strobonya kita lepas dan kita sita,” ujarnya.

Sementara Hafiz (21), pengemudi mobil Honda Brio mengatakan, bahwa sirine dan lampu strobo tersebut dipasang untuk sekedar variasi mobil. Ia pun mengakui bahwa pemasangan variasi itu melanggar aturan hukum.

“Alasannya memakai lampu strobo dan sirine hanya sekedar variasi kendaraan saja, dan baru digunakan kemarin malam. Jadi, pada Senin (16/5/2022) malam itu, saya perjalanan dari arah Batu menuju rumah saudara yang ada di Kota Malang. Karena waktunya mepet, saya pun menyalakan lampu strobo dan sirine,” terangnya.

Di hadapan awak media, dirinya pun meminta maaf kepada masyarakat Kota Malang atas perbuatan yang dilakukannya. “Saya di sini ingin meminta maaf sebesar-besarnya karena telah menggunakan sirine dan lampu strobo. Oleh sebab itu, mohon dimaafkan kesalahan saya dan saya berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatan tersebut,” pungkasnya.(him)