Wakil Wali Kota Jadi Orang Pertama Penerima Vaksinasi

Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko (ist)

BACAMALANG.COM – Wali Kota Malang, Sutiaji dan Sekda Kota Malang Wasto, kendati semula menyatakan siap menjadi orang pertama dan kedua di Kota Malang yang divaksin Covid-19. Namun karena baru sembuh dari Covid-19, menjadikan ganti diwakili oleh Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edy Djarwoko.

Sementara tenaga kesehatan (nakes) yang diprioritaskan bakal menerima vaksiun Sinovac tahap pertama sebanyak 1.034 dari sekitar 14.000 nakes yang ada di pelayanan 16 Puskesmas dan sejumlah rumah sakit pemerintah dan swasta.

“Jika saya diperkenankan tim, pasti menjadi orang pertama yang divaksin. Bahkan Pak Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Dr Wasto SH juga siap menjadi pelopor vaksin hari pertama di Malang. Asal masuk kriteria yang bisa menerima vaksin, kami siap,” ujar

Sutiaji dalam pembicaraan dengan pers, Selasa (12/1/2020). Sebagaimana diberitakan, sesudah BPOM mnerbitkan izin diperbolehkannya vaksin Sinovac, vaksinasi akan dilakukan secara bertahap, mulai dari tenaga kesehatan, pejabat, maupun TNI/Polri.

“Untuk warga masyarakat yang berhak divaksinasi sudah didaftar di Dinas Kesehatan Kota Malang berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan terkait dengan jumlah orang akan didaftarkan untuk menjalani vaksinasi. Untuk Kota Malang ada sekitar 7.050 tenaga kesehatan (nakes) negeri yang siap divaksinasi. Sedangkan nakes swasta ada sekitar 6.600-an orang. Sehingga total keseluruhan nakes di Kota Malang ada sekitar 14.000 nakes,” ujarnya sambil menambahkan, untuk perolehan pembagian vaksin Sinovac tahap pertama Januari-Februari ini, Kota Malang baru terverifikasi bagi 1.034 orang nakes yang sudah dipastikan akan menjadi penerima vaksin tahap petama.

“Kita sudah siapkan tiap puskesmas dua orang tenaga vaksinator bersertifikat yang melayani vaksin di 16 Puskesmas se-Kota Malang. Jadi total ada 32 tenaga vaksinator,” ujar Sutiaji sambil menambahkan, jika tenaga vaksinator kurang, melalui Dinkes bisa menambah dengan menyertakan mereka ke pelatihan sebagai tenaga vaksinator bersertifikat.

Pada tahapan selanjutnya (Januari-Februari) yang akan menjadi prioritas untuk vaksinasi yakni pelayan publik seperti karyawan BUMD (badan usaha milik faerah) Kota Malang hingga perbankan yang banyak berkomunikasi dengan masyarakat.

Menurut dia, pelayan publik, dari teman-teman PDAM, teman-teman perbankan yang selalu berkomunikasi tatap muka dengan masyarakat nantinya menempati prioritas kedua penerima vaksin Sinovac. “Tapi yang ini belum masuk pendataan karena belum ada instruksi dari atas,” ujar Sutiaji didampingi Plt. Kadinkes Kota Malang Sri Winarni dan Kabag Humas Pemkot Malang, Nur Widianto. (adv/lis/red)