Warga Arjosari Antusias Ciptakan Vertikal Garden di Masa PPKM

Inilah hasil kegiatan warga RT 3 RW 5 Kelurahan Arjosari pembuatan vertical garden. (ist)

BACAMALANG.COM – Di masa PPKM saat ini, warga RT 3 RW 5 Kelurahan Arjosari melakukan kegiatan yang berinovasi guna untuk melestarikan lingkungan yang indah dan nyaman. Hal itu lantaran warga setempat sadar bahwa diperkotaan khusunya di Kota Malang Saat ini, permasalahan lingkungan seperti polusi udara seolah tidak pernah ada habisnya.

Seiring dengan meningkatnya pembangunan serta meningkatnya penggunaan kendaraan bermotor, tidak dapat dipungkiri bahwa hal tersebut menjadi salah satu penyebab permasalahan polusi udara yang semakin kompleks. Manusia sudah pasti akan mendapatkan kerugian besar dari kondisi tersebut.

Untuk mengatasi hal itu, tentu saja tidak mudah. Namun, membenahi lingkungan bukan tidak mungkin dilakukan. Terdapat banyak cara dalam membenahi lingkungan, dimana salah satunya dengan menanam tanaman di area sekitar pinggir jalan atau pada ruang terbuka. Konsep penanaman tanaman yang kini menjadi trend dalam berkebun, yaitu dengan konsep vertical garden. Adanya vertical garden dapat menjadi salah satu trend design dalam berkebun serta menjadi solusi dalam permasalahan lingkungan.

Vertical garden  ialah sebuah inovasi di dunia landscaping yang memanfaatkan dinding sebagai lahan. Vertical garden atau yang disebut pula dengan taman vertikal adalah metode bercocok tanam dengan menggunakan lahan yang sempit dan terbatas dengan menggunakan dinding atau ruang secara vertikal dengan menutupinya dengan tumbuhan yang tumbuh di atas media tanam.

Dinding ini bisa ditempatkan di dalam maupun di luar ruangan, melekat ataupun terpisah dari dinding yang sudah ada, dan bisa dalam berbagai ukuran. Pemanfaatan dinding atau ruang secara optimal ini karena menjaga kelestarian alam.

Hery Susanto, SE, ketua RT 3 RW 5 Kelurahan Arjosari menyatakan, bahwa Gerakan Asri malalui Vertical garden secara bertahap yang artinya dapat diikuti semua warga RT 3 untuk memperindah dan menghijaukan lingkungan.

Meski di masa PPKM warga tetap menjaga protocol kesehatan supaya memutus rantai penyebaran covid-19. Dalam pembuatan Vertical garden menggunakan limbah botol plastik dan botol kaleng.

“Penggunakan libah daur ulang botol plastik dan kaleng dapat menjad pilihan untuk media tanam Vertical garden,” katanya, Senin (12/7/2021).

Selain melakukan kegiatan penghijauan dengan kegiatan warga setempat diharapkan dapat mengurangi limbah botol plastik dan kaleng. Sehingga dapat digunakan kembali.

Pembuatan vertical garden terdapat dua upaya menyelamatkan lingkungan, yakni kita telah berusaha menyumbang oksigen untuk meredam pemanasan global. Selain itu dengan pemanfaatan material plastik dan kaleng kita telah membantu pengurangan sampah yang masa terurainya ratusan tahun. (Lis/red)