Warga Batu Lapor Polisi, Ditipu Dijanjikan Masuk PNS

Foto: Menunjukkan bukti laporan ke polisi. (ist)

BACAMALANG.COM – Achmad Dibyo Junaidi (20), warga Jalan Mojorejo No 55 RT 11 RW 05 Desa Mojorejo Kecamatan Junrejo Kota Batu, ditipu Edi Sulistiyo warga Jalan Pramuka RT 03 RW 01Kelurahan Nglegok Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar dengan dijanjikan masuk menjadi Pegawani Negeri Sipil (PNS) di Pemkot Batu.

Kronologis peristiwa bermula saat korban pada Agustus 2018 lalu dikenalkan oleh temannya Ramadhani Ardila Wiranata kepada Wiwik istri Edi Sulityio. Keduanya meyakinkan dirinya dipastikan masuk PNS asal membayar sebesar Rp 350 juta.

“Bu Wiwik dan Pak Edi Sulistiyo bilang, apabila tidak lolos uang akan dikembalikan,” ujar Dibyo kepada wartawan.

Korban menjelaskan, selanjutnya pada tanggal 16 September 2018 pihaknya mentransfer uang ke rekening Edi Sulistiyo sebesar Rp 50 jutaan. Tanggal 26 September 2018, korban menerima surat panggilan pemberkasan dari Badan Kepegawian Nasional. Anehnya, pelaku membatalkan surat tersebut (9/3/2019) dan mentransfer uang kepada rekening Edi Sulistiyo senilai Rp 170 juta.

Selain itu, korban juga menyerahkan uang tunai senilai Rp 130 juta kepada Wiwik dan Edy Sulistiyo di rumahnya di Desa Kanigoro Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar. Pelaku bahkan meminta korban untuk menunggu dan nanti apabila ada keputusan, dirinya akan dihubungi. Akan tetapi, janji menjadi PNS pun tidak kunjung tiba.

Korban dan keluarga juga sudah menempuh jalan damai dengan disaksikan keluarga, serta membuat surat pernyataan tetapi itikad damai ini tidak dilaksanakan. Atas kesepakatan keluarga, korban melaporkan kasus ini ke Polresta Blitar pada 4 November 2019. Akan tetapi, sejauh mana prosesnya juga belum ada titik terang.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Blitar AKP Adi Purboyo mengaku bahwa kasus ini masih didalami dan masih berproses untuk menghadirkan beberapa saksi. Pihaknya akan melanjutkan kasus ini, karena beberapa waktu lalu masih sibuk pilkada dan masih pengamanan natal dan tahun baru sehingga belum bisa mempelajari kasus ini.

“Apalagi saya di Polresta Blitar baru Mas, tapi nanti akan saya tanyakan penyidiknya dulu. Kami kepolisian akan tetap memproses dan transparan,” ujarnya. (yon/red)