Warga Dusun Tembalangan Gotong Royong, Bangun Jalan Penghubung dari Tembalangan ke Bethek

Warga gotong royong membangun jalan penghubung antara Dusun Tembalangan ke Dusun Mbetek sebagai jalan alternatif. (ist)

BACAMALANG.COM – Untuk memudahkan akses sebagai jalan alternatif, masyarakat dusun tembalangan dan warga Betek Jalan Mayjend Panjaitan GG 17 bersama-sama melakukan kerja bakti perbaikan jalanĀ  yang menghubungkan dua wilayah antara desa tembalangan ke desa Mbetek Jl. Mayjen Panjaitan Gg. 17. Minggu (1/06).

Kerja bakti itu dimulai dari pukul 08.00-12.00 WIB serta terlihat antusias warga dan kompak secara bersama-sama tanpa melihat pangkat dan jabatan. Mereka  bergotong royong membenahi jalan yang menghubungkan dua wilayah. Tak mau kalah  dengan bapak-bapaknya, para Ibu-ibunya pun  saling suport menyiapkan makanan warga yang ikut kerja bakti.

Menurut sekretaris Warga RT 04 RW 02, Sumawan, menjelaskan, kerja bakti ini lanjutan dari kerja bakti sebelumnya yakni dua pekan lalu.

“Kerja bakti ini sebagai wujud dukungan warga terhadap program Jalan tembusan yang menghubungkan dusun tembalangan ke  mbetek ( ke Jl. Mayjen Panjaitan Gg. 17) yang fungsinya sangat vital, dimana jalan alternatif tembusan untuk roda dua, di kala jalan di jl Soekarno Hatta hatta terjadi kesadaran arus kendaraan (kemacetan),” ujarnya.

Masih kata  Sumawan yang mewakili ketua RT 04 Tatong, mengucapkan terimakasih atas kepedulian serta antusias masyarakat secara swadaya bergotong royong bersama sama tanpa pamrih.

“Kita berharap kekompakan tersebut tetap berlanjut sampai kapanpun, karena di dusun tembalangan ini tradisi tradisi seperti ini sudah ada sejak dari dahulu, asas kerukunan dan kegotongroyonganya di junjung tinggi oleh setiap warga, termasuk bertahziah ke warga yang meninggal, insya Allah dengan kekompakan seperti ini kampung akan terasa aman dan sejahtera,” tambahnya

Sementara itu, Bang Joe sekretaris RW 02 mengapresiasi kegiatan warga di RW 02 seperti  gotong royong warga seperti ini. Karena selama PPKM warga tidak ada kegiatan seperti gotong royong.

“Kami melihat hal ini sangat positif, kerja sama dan gotong-royong antar warga menjadi budaya yang menyatukan dan memperkuat tali silaturahmi. Ketika PPKM sudah mulai direnggangkan, kemudian ada wacana dari warga dan disampaikan pak RT untuk kerja bakti, warga pun sangat antusias mengerjakanya,” katanya.

Sementara dana yang digunakan adalah hasil swadaya masyarakat. Pasalnya pengajuan dana Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenbangda) atau Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) dari Pemda dananya belum turun.

“Disatu sisi jalan ini kalau dibiarkan lama lama akan  rusak, oleh sebab itu  di adakan swadaya sendiri. Jalan yang di perbaiki sepanjang 120 meter persegi, denga perincian kebutuhan semen  107 sak, 13 colt Pasir dan 11 colt koral,” jelasnya

Bukan menjadi rahasia umum bahwasanya di wilayah kami RT 04 Rw 02 dusun tembalangan ini dari dulu masyarakatnya terkenal kompak dan rukunan.

“Kita juga mempunyai slogan “bergotong royong bersama dan hasilnya dipake untuk bersama-sama, kan ini kampung kampunge dewe,” pungkasnya.

Bang joe juga berharap semoga kerukunan ini tetap terjalin, dimana tradisi  seperti ini  terus berlanjut hingga anak cucu kedepan, karena ini adalah kampung kita sendiri tentu semua  cerita kita yang memulainya. (Him/red)