Warga Menggerutu Batal ke Coban Jahe, Petugas Kafe Kali TSG Diduga Paksakan Pengunjung Parkir

Foto: Area parkir kawasan Coban Jahe. (ist)

BACAMALANG.COM – Banyak warga yang akan berwisata menggerutu batal ke Coban Jahe. Hal ini karena petugas Kafe Kali TSG diduga melakukan pemaksaan pengunjung untuk parkir.

“Katanya tadi coban Jahe tutup karena PPKM, dan langsung diarahkan belok kiri (Kafe Kali TSG). Padahal tempat wisata lainnya banyak yang buka,” gerutu wisatawan perempuan, yang sempat berdebat dengan salah satu petugas parkir.

Seperti diketahui, ramainya kunjungan kafe Kali Telaga Sari Garden (TSG) yang berbeda di Dusun Begawan Desa Pandansari Lor Kecamatan Jabung, diduga lantaran adanya unsur paksaan dari oknum petugas parkir.

Berdasarkan pantauan di lokasi, para pengunjung yang akan ke coban Jahe dan coban Tarzan terpaksa harus mengurungkan niatnya dan berganti berkunjung ke Kafe kali TSG, lantaran dihadang oleh oknum petugas parkir kafe kali TSG tersebut.

Penghadangan tersebut, dilakukan oleh oknum tukang parkir di jalan yang menuju arah tempat wisata Coban Jahe dan Coban Tarzan.

Di jalan tersebut, tampak 3-5 orang yang berdiri dan mengarahkan wisatawan yang akan berwisata ke Coban Jahe, dan Coban Tarzan.

Para pengunjung banyak yang kecewa lantaran, dikira tempat parkir kafe kali TSG sebagai tempat parkir untuk menuju coban Jahe dan coban Tarzan.

Petugas parkir lainnya langsung mengarahkan pengunjung untuk membayar ke petugas lainnya yang duduk dibalik meja. “Tiang pinten (Orang berapa),” tanya petugas itu.

Salah satu pengunjung, yang datang dengan menggunakan mobil jenis mini bus tersebut langsung menjawab dengan gamblang. “Kami ber empat pak,” jawabnya.

Petugas tersebut langsung menyebutkan nominal besaran uang yang harus dibayar oleh pengunjung tersebut, tanpa menjelaskan alokasi pembayaran tersebut. “Empat, jadi total Rp 30 ribu, yang Rp 10 ribu untuk parkir,” tegasnya.

Tanpa berpikir panjang, pengunjung tersebut langsung membayar permintaan petugas tersebut dengan uang pecahan Rp 50 ribu, dan mendapat pengembalian Rp 20 ribu. Akan tetapi, setelah memberikan kembalikan, petugas tersebut tidak memberikan kertas apapun atau tiket.

Sebelumnya, pemiliki Kafe Kali TSG Hadi Suyitno mengatakan, pengunjung yang memasuki kafe kali TSG harus mengeluarkan uang untuk parkir kendaraan, sepeda motor Rp 5 ribu dan mobil Rp 10 ribu, serta biaya kebersihan Rp 5 ribu.

“Biaya Rp 5 ribu itu untuk kebersihan, itu usulan dari pengunjung sendiri, saya juga membayar pajak non tiket ke Pemkab Malang,” jelasnya.

Akan tetapi, pengakuan Hadi yang telah membayar pajak non tiket ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, dibantah oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Malang.

Bapenda Kabupaten Malang itu merupakan lembaga yang membidangi pajak daerah, dan mengaku tidak pernah ada pajak non tiket untuk tempat wisata atau kafe. (*)