Warga Sumberejo Batu Bakar Garam, Diyakini Tangkal Virus Corona

Warga masyarakat Desa Sumberejo, saat membakar garam di depan rumah. (Eko)

BACAMALANG.COM – Di tengah meningkatnya kasus Covid-19, warga masyarakat Desa Sumberejo, Kecamatan Batu, Kota Batu melakukan beragam ritual yang disebut sebagai ikhtiar untuk menangkal Corona Virus dan wabah penyakit lainnya seperti pagebluk.

Seperti, selamatan menggunakan takir yang diisi dengan jenang sengkolo kemudian dibuang ke sungai. Berdoa bersama di masjid secara live lalu disiarkan ke youtube, maupun ke pesarean atau punden yang ada di desa tersebut.

Terbaru, warga masyarakat setempat beramai-ramai membakar segenggam garam diperapian dengan menggunakan arang disetiap rumah mereka.

Kades Sumberejo, Riyanto menjelaskan, bahwa pembakaran garam ini sudah turun temurun dari leluhur sebagai upaya untuk menangkal Corona Virus, dan wabah penyakit lainnya seperti pagebluk.

“Kami bersama warga masyarakat Desa Sumberejo, sudah sekitar beberapa hari ini di malam hari sengaja membakar segenggam garam, dengan maksud dan tujuan untuk menangkal adanya berbagai wabah penyakit seperti Virus Corona dan wabah penyakit lainnya,” terang Riyanto kepada awak media, Jumat (26/7/2021) malam.

Menurutnya, apa yang dilakukan masyarakat di Desa Sumberejo hampir semua warga melakukannya (bakar garam-red), utamanya di depan rumahnya.

“Ini memang sudah turun temurun, warga disini meyakini apa yang kami lakukan ini dapat menangkal berbagai macam wabah penyakit seperti pagebluk virus Corona. Dan ini dilakukan warga di Desa Sumberejo sudah sejak zaman dulu,” katanya di sela-sela bakar garam.

Diakuinya, memang benar belum ada penelitian pasti dari ahli maupun pakar kesehatan tentang membakar garam untuk menangkal virus Corona.

“Seandainya ada wabah pagebluk atau virus Corona yang lewat di halaman rumah, mungkin mati karena takut panas,” ujarnya.

Meski demikian, masih kata Riyanto, adat dari leluhur atau nenek moyang dipercaya untuk mengusir berbagai macam wabah penyakit yang ada di kampung.

“Ya, karena warga masyarakat meyakini jika virus atau wabah pagebluk itu takut terhadap panas. Ini usaha. Memang kalau dari penjelasan kesehatan tidak ada. Namun, warga masyarakat disini percaya,” pungkasnya.

Pantauan awak media di lapangan, hampir semua warga Desa Sumberejo setiap malam membakar garam di perapian. Bahkan, selain di depan rumah mereka juga membakar garam di beberapa gang mapun ruas jalan di desa tersebut. (Eko)