Wirausaha Di Era Digital

ilustrasi. (sumber : Freepik.com)

Kewirausahaan adalah suatu proses dalam menciptakan sesuatu yang belum ada atau benar – benar baru, dimana pengerjaannya dikerjakan dengan sekreatif mungkin dan berinovasi. Salah satu tujuan dari kewirausahaan adalah bisa membantu para pengusaha muda guna berkreasi dan berinovasi.

Digitalisasi adalah proses membuat bisnis dengan menggunakan teknologi. Pengertian lain dari digitalisasi adalah penggunaan teknologi yang bertujuan untuk meningkatkan bisnis, dan meciptakan budaya digital. Jika perusahan sudah berada di tingkatan digitalisasi, pasti di dalam perusahaan tersebut bisa megubah proses bisnis menjadi lebih efisien dan menguntungkan.

Kewirausahaan Digital adalah usaha dengan memanfaaatkan teknologi informasi dan bisnis yang semakin banyak ditekuni oleh masyarakat. Dan hal tersebut tidak mengherankan bahwa semakin hari banyak start up yang berbasis digital hingga online shop kian membengkak dan memberikan berbagai macam pilihan inovatif kepada masyarakat. Beberapa perusahaan Indonesia yang berbasis digital banyak diminati oleh masyarakat sekarang yaitu Tokopedia, Bukalapak, dll.

Seseorang jika ingin membeli barang pastinya harus membuat keputusan dalam keinginannya, supaya tidak terjadi kekecewaan dalam pembelian tersebut. Mengutip studi Chayapa & Cheng Lu (2018) ada beberapa faktor dari seseorang dalam membuat sebutah keputusan pembelian lewat online. Yang pertama yaitu pastinya kenyamanan, karena sekarang masyarakat mulai berusaha menghindari kerumunan yang nantinya akan berdesak – desakan saat berbelanja. Kedua, kelengkapan informasi yang mudah didapatkan dan cepat. Ketiga, efisiensi dan waktu karena belanja melalui media online shop bisa dilakukan dimana saja dan kapanpun asalakan ada jaringan internet yang mendukung proses pengecekan maupun pembelian barang. Keempat, ketersediaan barang atau produk tanpa kita mengunjungi toko tersebut.

Seorang ahli di bidang ilmu manajemen, G.R. Terry (Sukarna, 2011) menjelaskan ada 5 peranan mendasar teknologi informasi di sebuah perusahaan.

  1. Fungsi operasional, fungsi ini bisa membuat struktur organisasi menjadi lebih rapi karena teknologi informasi yang mengambil alih fungsi dan sifat penggunaannya yang menyebar di seluruh fungsi organisasi.
  2. Fungsi monitoring dan pengawasan, bisa diartikan fungsi ini bahwa keberadaan teknologi informasi akan menjadi bagian penting dan tidak terpisahkan dengan segala aktivitas di tingkat manajerial di dalam fungsi manajer. Struktur organisasi terkait harus memliki jumlah pegawai atau bawahan yang dapat diatur dengan maksimal oleh seorang manajer yang mungkin terjadi interaksi antara manajer dengan perusahaan terkait.
  3. Fungsi perencanaan dan pengambilan keputusan, membawa teknologi informasi ke peran yang lebih strategis karena kehadirannya sebagai enabler yang dapat membantu pencapaian tujuan dari perusahaan itu sendiri. Dan rencana bisnis perusahaan merupakan sebuah pengetahuan pagi para pemimpin perusahaan guna dapat mengambil keputusan yang penting sehari – harinya karena dihadapkan dengan realitas.
  4. Fungsi komunikasi, di dalam era globalisasi saat ini yaitu di mana teknologi informasi berada pada posisi sebagai sarana perusahaan dalam berkomunikasi, bekerja sama, maupun berinteraksi. Karena dengan adanya fungsi komunikasi ini memudahkan perusahaan dalam mendapatkan informasi – informasi untuk kedepannya.
  5. Fungsi interorganisasional, peranan yang diawali oleh gairah globalisasi yang memaksa perusahaan melakukan kerja sama atau menjalin hubungan dengan perusahaan lain. Konsep kemitraaan berbasis teknologi informasi seperti pada implementasi supply chain management yang membuat perusahaan ide atau sejumlah terobosan penting dalam membuat stuktur organisasi unit teknologi informasi. Melakukan kegiatan pengalihdayaan dalam sejumlah proses bisnis yang terkait dengan manajemen teknologi kepada pihak lain demi kelanjaran dalam berbisnis tidak jarang ditemui dalam perusahaan.

Dalam dunia kewirausahaan digital, yaitu kewirausahaan yang memanfaatkan perubahan digital dalam bisnis dan masyarakat. Prinsip – prinsip dasar pada kewirausahaan yang mungkin masih berlaku dan bisa diterapkan di dalam dunia kewirausshaan digital, contoh : menumbuhkan pola pikir kewirausahaan, mengidentifikasi peluang yang baik, mengenal pelanggan, memenuhi ketentuan legal, maupun berupaya untuk meningkatkan modal. Perubahan yang paling mendasar pada kewirausahaan terletak pada usaha untuk tetap aktif dalam segala aktivitas bisnis dan mempunyai koneksi dengan masyarakat yang benar – benar paham dengan digital.

Hal tersebut bisa membuat bisnis di suatu perusahaan dapat menjangkau ratusan, ribuan, bahkan milyaran pelanggan yang potensial di dunia, hampir setiap saat pelanggan juga tertarik terhadap bisnis di perusahaan, serta teknologi yang murah sangat penting bagi perusahaan untuk kemajuan dalam bisnisnya.

Kemudian adaptasi sebagai kunci dari bertahannya bisnis secara maksimal. Karena jika bisa berdaptasi maka akan mudah dalam mengikuti perkembangan zaman, karena teknologi lama pasti akan terganti oleh teknologi yang baru. Hal tersebut membuat tuntutan untuk lebih kreatif dan inovatif serta menjadi pilihan yang tepat.

Wirausaha digital merupakan fenomena yang semakin berkembang saat ini. Wirausaha digital memiliki banyak peluang atau potensi untuk dikembangkan lagi seperti tidak dianggap lagi sebagai pesaing, dan mampu menganalisis informasi – informasi persaingan untuk mencari ceruk pasar. Ceruk pasar adalah sebagian tertentu dari keseluruhan pasar yang ingin disasar oleh suatu produk. Keberadaan wirausaha digital tentunya menjadi potensi yang sangat besar bagi pemerintahan, perguruan tinggi, dan industry.

Kemudian dalam menciptakan dan mengembangkan usaha digital yang berkualitas terdapat langkah – langkah ketika menciptakan atau mengembangankan produk, yaitu :

  • Penciptaan suatu ide : tahapan ini adalah awal dalam memutuskan suatu produk yang diinginkan. Biasanya dalam tahapan ini bagaimana memikirkan tentang ide produk yang akan dibuat.
  • Penyaringan ide : tahapan ini adalah penyeleksian dari list yang dibuat pada penciptaan suatu ide.
  • Pengujian ide : tahapan ini adalah tahapan untuk membuat serta menguji ide yang sudah dipilih hingga menjadi produk yang berkualitas.
  • Pengembangan startegi pemasaran : tahapan ini adalah tahapan bagaimana membuat dan menyusun strategi guna memperkenalkan produk kita ke masyarakat
  • Analisis usaha : tahapan ini adalah tahapan menganalisis produk yang telah dipasarkan mendapatkan keuntungan atau tidak.
  • Pengembangan produk : tahapan ini adalah tahapan mengembangkan produk yang telah dipilih menjadi produk yang yang sesuai dari hasil analisis tersebut
  • Market testing : tahapan ini adalah tahapan dalam mempelajari performa dari produk yang telah dipasarkan apakah sudah memenuhi target.
  • Komersialisasi : tahapan ini adalah tahapan yang dilakukan untuk menunjang penjualan produk yang telah diciptakan.

Dalam usaha digital, pelaku usaha harus tau dengan siapa mereka bekerja sama atau dengan siapa mitranya. Karena siapa rekan kerjasamanya adalah hal yang penting untuk memulai usaha digital ini. Misalanya “layanan jasa desain krafisakan menjalin kerjasama dengan perusahaan-perusahaan advertising atau web developer memiliki keterkaitan yang tinggi dengan desain grafis.dan jasa online marketing” (Shareef et al. 2008).

Wirasuaha digital harus mempunyai system kerja sama dalam tim yang menjadi salah satu karakteristik dari perusahaan yang memilki kinerja tinggi. Karena dengan hal tersebut tim bisa memecahkan suatu masalah yang dihadapi dengan cepat. Wirasuaha digital ini bisa memaksimalkan dalam membangun sebuah tim dan apa bila semua anggota terlibat aktif dan mempunyai tujuan dan sasaran bersama. Dalam wirausaha digital harus bisa memahami dalam pembagian peran kepemimpinan atau anggota dalam tim bisa saling berbagi peran dalam kepemimpinan. Seluruh anggota tim harus sealu mensupport keptusan dan prosedut yang sudah disepakati bersama dan bisa memahami peran serta bisa bertanggung jawab.

Penulis : ilham Bayu E.H, Fika Fitriasari.