Wisata Desa Jadi Solusi Regenerasi Budaya Ciptakan Zona Nyaman

IST

BACAMALANG.COM – Pariwisata sebagai salah satu mode of production berimplikasi sangat penting dalam tatanan ekonomi politik, sosial budaya, lingkungan hidup, dan cara berpikir. Paradigma ekspansif dan massal pariwisata menyulap ruang untuk dikapitalisasi. Bahkan, terjadi apa yang disebut dengan urbanisasi desa, yaitu bergeraknya industrialisasi ke wilayah-wilayah perdesaan.

Pasca pandemic Covid-19, kita menyaksikan bagaimana desa menjadi tumpuan kehidupan manusia saat kota begitu ringkih menghadapi krisis. Saat kota dan pariwisata kehilangan daya untuk merespon krisis, perspektif ekologi diajukan sebagai alternatif.

“Wisata Desa dapat menjadi salah satu solusi agar masyarakat desa tidak perlu harus meninggalkan desanya untuk mencari nafkah demi menciptakan zona nyamannya. Jika zona nyaman dapat diciptakan di desa, maka proses regenerasi budaya akan lebih mudah untuk berlanjut, warisan budaya dari leluhur berupa kekayaan alam serta budaya dapat lebih terjaga secara sustainable,” terang Prof. Melani Budianta (Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia) dalam
Jumpa Ngopi Seri Ekowisata #3 diskusi daring bertema Urbanisasi Desa dan Tantangan Ekowisata.

Jumpa Ngopi Seri Ekowisata #3 turut menghadirkan: Pembicara:
Prof. Melani Budianta (Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia)
Bachtiar Djanan (Perkumpulan HIDORA), Tatang Elmy Wibowo (Bingkai Indonesia dan Laksa Ganesha Batik). Moderator: I Ngurah Suryawan (Peneliti Warmadewa Research Centre)

BUDAYA SEBAGAI KESEPAKATAN BERSAMA

Prof. Melani Budianta mengatakan, Budaya adalah sebuah kesepakatan nilai rasa bersama, sebagai cara survive mempertahankan kelangsungan hidup dan memenuhi kebutuhan spiritual, untuk menciptakan zona nyaman manusia, yang melahirkan rasa kedamaian, ketenangan jiwa dan kebahagiaan.

Budaya merupakan hasil interaksi yang sinergi dan harmoni antara manusia dengan manusia, manusia dengan alam fisik, dan manusia dengan alam supranatural.

Wisata Desa dapat menjadi salah satu solusi agar masyarakat desa tidak perlu harus meninggalkan desanya untuk mencari nafkah demi menciptakan zona nyamannya.

Jika zona nyaman dapat diciptakan di desa, maka proses regenerasi budaya akan lebih mudah untuk berlanjut, warisan budaya dari leluhur berupa kekayaan alam serta budaya dapat lebih terjaga secara sustainable.

Wisata Desa menjadi pintu masuk bagi kaum muda desa untuk kembali memetakan, mempelajari, menggali, dan mengelola potensi alam dan budaya yang ada di desanya, sekaligus sebagai media peningkatan kualitas SDM.

“Pariwisata adalah mengenai kemanusiaan dan masyarakat. Pariwisata sebagai media untuk membangun kesadaran merawat alam dan lingkungan, serta melestarikan budaya. Pariwisata menjadi alat untuk membangun kedamaian dan perdamaian,” pungkasnya. (had)