BACAMALANG.COM – Semangat kebersamaan dan toleransi kembali ditunjukkan di Kota Malang. Mengisi bulan suci Ramadan 1447 H/2026, Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKAUB) Malang Raya bersama Forum Bhineka Muda Malang Raya menggelar kegiatan pembagian takjil gratis di depan Gedung Balai Kota Malang, Sabtu (7/3/2026) pukul 16.00 WIB. Pada kegiatan tahun ini, panitia menyiapkan sebanyak 1.112 paket takjil gratis untuk masyarakat. Angka tersebut dipilih sebagai simbol usia Kota Malang yang akan merayakan hari jadinya yang ke-112 pada 1 April 2026 mendatang.
Pembagian takjil tersebut membuat ruas jalan Alun-Alun Tugu macet. Para tokoh agama bersama anak-anak hadir dengan semangat tinggi dengan mengenakan atribut keagamaan maupun lembaga masing-masing sebagai simbol harmoni dalam keberagaman.
Mereka membagikan ribuan takjil tersebut kepada pengendara motor, roda 4 maupun pejalan kaki yang melintas. Takjil tersebut akhirnya habis terbagi dalam Waktu kurang dari 1 jam.
Ketua Pelaksana Romil Sahab Putra, S.Sos menuturkan, kegiatan ini tidak hanya sekadar berbagi makanan berbuka puasa, tetapi juga menjadi momentum mempererat persaudaraan lintas agama. Menariknya, pembagian takjil akan melibatkan anak-anak dari berbagai latar belakang agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Peserta bagi takjil gratis di depan Gedung Balai Kota Malang, Sabtu (7/3/2026). (ist)
“Melalui kegiatan ini, panitia ingin menanamkan nilai-nilai kebersamaan, toleransi, serta semangat bekerja sama dalam perbedaan kepada generasi muda sejak dini,” ujarnya usai kegiatan.
Sementara Sekretaris Jenderal FKAUB Pdt. David Tobing. ST.S.Th.M.Pd berharap semangat toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Kota Malang dapat terus terjaga, dengan adanya kegiatan sosial seperti ini yang mampu menghadirkan suasana yang sejuk, harmonis, dan penuh kebersamaan dalam kehidupan masyarakat.
“Intinya adalah kolaborasi yang harmonis. Jika bicara ribuan tentu itu adalah jumlah yang banyak, namun jika dikerjakan bersama-sama akan menjadi ringan, bahkan takjil yang terkumpul lebih dari yang kita targetkan,” ucapnya.
Seluruh paket takjil merupakan hasil donasi dari berbagai mitra dan organisasi lintas agama yang turut mendukung kegiatan ini. Di antaranya Puanhayati Kota Malang, MPD, KSPPA Malang, WHDI Kota Malang, PADAPAMA, STAB Kertarajasa, WKRI Keuskupan Malang, Vihara Dharma Mitra, Walubi Kota Malang, MLKI Kota Malang, Vihara Samaggi Viriya, JDPPM Malang, Pemuda Katolik Kabupaten Malang, PMK Nafiri Sion LDII Kota Malang, Politeknik Negeri Malang, BEM FIA Universitas Brawijaya, ABI, Muslimah Kota Malang, GP Ansor Kota Malang, UAKB UB, Yayasan Kasih Abadi, Vihara Adi Kasih, serta KMB Universitas Negeri Malang.

Peserta bagi takjil gratis membersihkan sampah usai kegiatan di depan Gedung Balai Kota Malang, Sabtu (7/3/2026). (Nedi Putra AW)
Pdt. David Tobing mengatakan, bahwa kerjasama lintas agama, organisasi ataupun institusi pendidikan seperti ini ternyata dapat diwujudkan di Kota Malang. Oleh karena itu ia berharap kolaborasi ini juga dapat dilaksanakan di daerah lain. Ia juga mengapresiasi semua pihak yang terlibat mendukung kegiatan ini.
“Harapannya, mereka kelak mampu menjaga kerukunan dalam kebhinekaan di bumi Nusantara, khususnya di Kota Malang yang dikenal sebagai Bumi Arema,” pungkasnya.
Pewarta/Editor: Nedi Putra AW




















































