BACAMALANG.COM – Ramadan tahun ini menyaksikan fenomena baru di kalangan masyarakat Kepanjen dan sekitarnya. Ngabuburit, yang biasanya diisi dengan aktivitas santai, kini menjadi momen yang dinanti-nanti untuk menikmati kuliner populis merakyat, yakni gorengan. Gorengan, yang dikenal sebagai makanan rakyat, kini menjadi pilihan utama warga Kepanjen untuk berbuka puasa.
Dengan harga yang terjangkau, yakni mulai dari Rp 1.000 hingga Rp 5.000 per porsi, gorengan menjadi pilihan yang ekonomis bagi masyarakat.
“Gorengan kami sangat laku karena harganya yang murah dan rasanya yang lezat,” ujar Fitri Astutik, pemilik Gorengan 700 Kepanjen. “Kami juga menyediakan layanan pesan via WA untuk memudahkan pelanggan.”
Keunggulan produk gorengan secara ekonomis adalah biaya produksi yang rendah, sehingga harga jual dapat ditekan. Selain itu, gorengan juga dapat dibuat dengan berbagai macam bahan, sehingga dapat menjangkau berbagai kalangan masyarakat.
Prospek gorengan sebagai kuliner populis merakyat sangat cerah. Dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menghidupkan ekonomi lokal, gorengan dapat menjadi salah satu pilihan utama untuk mendukung ekonomi merakyat.
Gorengan 700, sebuah usaha gorengan yang terletak di Jl. A. Yani No. 8 Ardirejo, Kepanjen, menjadi salah satu pilihan konsumen di bulan Ramadhan. Ibu Fitri, pemilik usaha, mengatakan bahwa gorengan mereka memiliki rasa yang cocok di lidah masyarakat Kepanjen dan harga yang terbilang murah dibandingkan dengan kompetitor.
“Gorengan 700 selain rasanya cocok di lidah masyarakat Kepanjen juga harga yang terbilang murah di banding dengan harga kompetitor menjadikan Gorengan 700 menjadi pilihan konsumen di bulan Ramadan,” ujarnya.
Untuk memenuhi permintaan pasar selama Ramadan yang meningkat tajam, Gorengan 700 menambah produksi weci dan tempe menjes. Selain layanan offline di stan, mereka juga membuka gerai di Shopee Food dan Grab Food untuk meningkatkan penjualan.
Harga gorengan di Gorengan 700 termasuk paling murah di kota Kepanjen, yaitu 700 rupiah per buah, sedangkan rata-rata harga gorengan di tempat lain adalah 1000 rupiah. Produk favorit di tempat mereka adalah weci/bala-bala/bakwan sayur.
Konsumen bisa membeli gorengan langsung ke stan mereka di depan Bank BRI Jl. Katu atau melalui Shopee Food dan Grab Food. Gorengan 700 juga terus mengikuti perkembangan jaman untuk mengikuti trend market dengan promo di Facebook dan TikTok.
Alhamdulillah, selama Ramadan gorengan mereka bisa terjual hampir 2000 pieces. Konsumen mereka mulai dari warga lokal, warga tionghoa keturunan, bahkan turis asing juga pernah membeli gorengan mereka.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga




















































