BACAMALANG.COM – Upaya peningkatan ekonomi desa kini semakin gencar dilakukan melalui sektor pariwisata berbasis potensi lokal. Salah satunya lewat pengembangan wellness tourism yang menawarkan pengalaman holistik dengan memadukan alam, budaya, dan kearifan lokal.
Tren wisata kesehatan ini kian diminati karena menghadirkan layanan pemulihan fisik dan mental, seperti pijat, yoga, spa tradisional, meditasi, terapi cedera olahraga, hingga detoksifikasi. Selain menyehatkan, konsep ini juga memberi pengalaman autentik yang memperkenalkan kekayaan budaya setempat.
Berdasarkan data statistik, omzet industri pijat di Indonesia hingga 2025 mencapai sekitar Rp112 triliun. Bali masih menjadi destinasi utama, disusul Lombok, Yogyakarta, dan Solo yang dikenal mengusung keindahan alam dan warisan budaya sebagai daya tarik wisata kesehatan.
Melihat peluang besar tersebut, Universitas Kepanjen (UK) bekerja sama dengan SANTIQ Nusantara Holistik resmi meluncurkan destinasi wisata baru bertajuk Boonpring Wellness Tourism di Desa Sanankerto, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang.
Di kawasan ini, pengunjung dapat menikmati beragam layanan, mulai dari terapi pijat refleksi, yoga relaksasi, walking barefoot, forest bathing, fun walk, terapi ikan, bekam, penanganan cedera olahraga, hingga herbal jamu-jamuan tradisional.
Rektor Universitas Kepanjen, Dr. Tri Nurhudi Sasono, S.Kep., Ns., M.Kep, menegaskan bahwa konsep ini mengusung praktik keperawatan terintegrasi yang tidak hanya berfokus pada kesehatan, tetapi juga pemberdayaan masyarakat.
“Dengan mengimplementasikan praktik keperawatan terintegrasi ini, kami berharap Desa Sanankerto semakin produktif dan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Malang, Firmando Hasiholan, menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan Boonpring Wellness Tourism.
“Kami sangat mengapresiasi dan berjanji akan mengawal serta membantu pengembangannya, termasuk mempresentasikan konsep ini dalam forum nasional dan internasional,” katanya.
Peluncuran ini turut dihadiri berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Malang Health Tourism (MHT), perwakilan Jatim Park Group, Kadin Malaysia, pelaku usaha nasional dan internasional, Muspika Kecamatan Turen, Pemerintah Desa Sanankerto, pengelola Boonpring, BUMDes, Pokdarwis, tenaga terapis SANTIQ, komunitas lingkungan, hingga mahasiswa profesi Ners Universitas Kepanjen.
Dengan hadirnya Boonpring Wellness Tourism, diharapkan ekonomi Desa Sanankerto semakin tumbuh, sekaligus memberi alternatif wisata sehat bagi masyarakat. Konsep ini juga diharapkan menjadi percontohan bagi desa-desa lain di Kabupaten Malang dalam mengembangkan potensi wisata berbasis kearifan lokal.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga




















































