BACAMALANG.COM – Serangan militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran menuai kecaman dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Syaifudin Zuhri, S.Pd.
Mantan Ketua DPC GMNI Kabupaten Malang sekaligus Founder Ayaskara Foundation itu menyampaikan kecaman keras atas serangan yang dinilainya berpotensi memperluas konflik di kawasan Timur Tengah.
“Saya mengutuk dan mengecam keras tindakan tersebut. Setiap bentuk serangan militer yang berpotensi memperluas konflik adalah langkah yang sangat berbahaya. Kekerasan bukan solusi, apalagi jika memicu perang regional yang lebih besar dan mengorbankan rakyat sipil,” tegas Syaifudin Zuhri.
Ia menilai, tindakan Amerika Serikat dan Israel berpotensi melanggar hukum internasional serta bertentangan dengan ketentuan dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Menurutnya, setiap aksi militer lintas batas harus memiliki dasar hukum yang sah, baik melalui resolusi Dewan Keamanan PBB maupun prinsip membela diri yang proporsional.
“Jika tidak memenuhi prinsip tersebut, maka tindakan itu berpotensi melanggar hukum internasional dan Piagam PBB,” ujarnya.
Syaifudin juga mengingatkan bahwa eskalasi konflik di Iran dapat memperluas ketegangan sektarian di kawasan Timur Tengah. Ia berharap pemerintah Indonesia tetap konsisten membela prinsip kemerdekaan dan anti-penjajahan, sekaligus menjaga kepentingan nasional serta keselamatan warga negara Indonesia di wilayah terdampak.
Selain itu, ia mengapresiasi seruan sejumlah ulama yang mengajak umat Islam membaca qunut nazilah sebagai bentuk respons spiritual atas situasi tersebut.
“Doa merupakan wujud keprihatinan, penjagaan, serta perlindungan spiritual yang kokoh,” katanya.
GMNI, lanjutnya, akan menunjukkan solidaritas terhadap rakyat Iran melalui pernyataan resmi, diskusi publik, konsolidasi kader, serta aksi solidaritas damai yang bersifat edukatif.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga


























































