BACAMALANG.COM – Kabupaten Malang menghadapi tantangan dalam pengelolaan dana operasional kecamatan. Redam Guruh Krismantara, Wakil Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Malang, menyoroti penurunan signifikan anggaran operasional yang dinilai berdampak langsung terhadap kinerja para camat di lapangan.
Menurut politisi PDI Perjuangan tersebut, minimnya alokasi anggaran dari pemerintah daerah membuat camat kesulitan menjalankan program dan pelayanan kepada masyarakat secara optimal. “Pemerintah daerah perlu meningkatkan alokasi anggaran untuk dana operasional kecamatan agar camat dapat melaksanakan program-programnya dengan efektif,” tegasnya.
Redam mengungkapkan, sejumlah camat telah menyampaikan keluhan kepadanya. Kebetulan, Komisi 1 DPRD yang ia wakili memang menjadi mitra kerja para camat. Mereka mengaku kesulitan bergerak karena anggaran operasional yang diterima jauh lebih kecil dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Beberapa waktu lalu banyak camat yang ‘sambat’ kepada saya. Mereka menyampaikan kesulitan bergerak karena anggaran operasionalnya kecil, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Sekelas camat kalau sampai kesulitan dalam operasional ini kan tidak lucu sama sekali,” ujarnya.
Ia menilai, persoalan ini tak perlu dibandingkan dengan daerah lain. Cukup melihat kondisi Kabupaten Malang pada tahun-tahun sebelumnya, sudah tampak adanya penurunan anggaran yang signifikan.
“Kalau menurut saya tidak perlu membandingkan dengan daerah lain. Bandingkan saja dengan tahun-tahun sebelumnya di Kabupaten Malang, penurunannya terlihat jelas. Saya berharap kepada Pemkab, dalam hal ini Bappeda, bisa mengotak-atik kembali kebijakan anggaran ini. Kasihan para camat kalau operasionalnya tipis. Mereka penyelenggara urusan pemerintahan umum, dan itu bukan tugas yang sedikit,” tambahnya.
Sebagai solusi, Redam mendorong peningkatan alokasi anggaran, efisiensi penggunaan dana, serta transparansi dalam pengelolaan dana operasional kecamatan. Ia berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret agar pelayanan publik di tingkat kecamatan tetap berjalan maksimal dan kesejahteraan masyarakat tidak terdampak.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga




















































