BACAMALANG.COM – Mahasiswa Universitas Brawijaya kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Tim dari Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Brawijaya berhasil meraih juara dalam ajang Chemical Engineering Universe (CHEVERSE) 2026 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia Universitas Pertamina pada pertengahan bulan Februari 2026 lalu. Tim bernama Perwira Agak Laen yang beranggotakan Ahmad Hisyam Shidqi dan Kevin Ainal Rizki Fadillah, mahasiswa Teknik Kimia angkatan 2022, berhasil meraih Juara 3 setelah bersaing dengan tim-tim dari sejumlah perguruan tinggi ternama di Indonesia, seperti Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Gadjah Mada.
Tim ini, di bawah bimbingan Ir. Diah Agustina Puspitasari, S.T., M.T., Ph.D, mengangkat karya ilmiah yang berkaitan dengan inovasi energi terbarukan melalui pemanfaatan limbah kelapa sawit. Karya tersebut berjudul “Pemanfaatan Limbah TKKS Menjadi Bioetanol: Evaluasi Metode Simultaneous Saccharification and Fermentation (SSF) dalam Skala Pabrik sebagai Penunjang Keberlanjutan dan Pengoptimalan Sumber Energi.”
Penelitian ini berfokus pada pemanfaatan limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) menjadi bioetanol sebagai alternatif bahan bakar ramah lingkungan. Melalui simulasi proses industri menggunakan perangkat lunak Aspen Plus versi V14, tim mengevaluasi dua metode produksi bioetanol, yakni Simultaneous Saccharification and Fermentation (SSF) dan Separate Hydrolysis and Fermentation (SHF) dari sisi yield, efisiensi energi, serta aspek ekonomi.
“Kami berupaya mencari metode yang paling optimal secara teknis dan ekonomis agar pemanfaatan limbah sawit menjadi bioetanol dapat diimplementasikan secara nyata di industri,” ujar Kevin, belum lama ini.
Inovasi yang dikembangkan oleh Hisyam dan Kevin ini juga sejalan dengan berbagai target United Nations Sustainable Development Goals (SDGs). Beberapa di antaranya adalah SDG 7 (Affordable and Clean Energy) melalui optimalisasi bioetanol sebagai energi alternatif, SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui penerapan teknologi simulasi industri, SDG 12 (Responsible Consumption and Production) dengan konsep circular economy dari limbah biomassa, serta SDG 13 (Climate Action) melalui dukungan terhadap program mandatori E10 untuk menekan emisi gas rumah kaca di sektor transportasi.
Keberhasilan menembus babak final hingga meraih juara dalam CHEVERSE 2026 menunjukkan bahwa mahasiswa Teknik Kimia Universitas Brawijaya mampu bersaing di tingkat nasional sekaligus menghadirkan solusi inovatif bagi pengembangan energi berkelanjutan di Indonesia.
Pewarta/Editor: Nedi Putra AW




















































