BACAMALANG.COM – Agresi Amerika-Israel ke negara Iran berdampak pada konstelasi keamanan di wilayah Timur Tengah. Sejumlah pangkalan militer Amerika di negara Arab Saudi, menjadi bidikan rudal Iran.
Sehingga, jalur penerbangan wilayah Timur Tengah, menganggu kepulangan hingga keberangkatan jamaah Umroh asal Indonesia.
“Seharusnya hari ini saya sudah meninggalkan Mekkah. Namun penerbangan harus di cancel. Ditunda sampai tanggal 6 Maret 2026,” ungkap KH. Thoriq Bin Ziyad, jamaah Umroh asal Kabupaten Malang, Senin (2/3/2026) sore melalui sambungan telepon.
KH. Thoriq Bin Ziyad atau akrab di sapa Gus Thoriq merupakan Inisiator Hari Santri Nasional. Gus Thoriq sudah 13 hari lamanya berada di tanah suci Mekkah-Madinah bersama 14 rombongan dari Travel Haji dan Umroh Mujahidin, Malang.
“Seharusnya saya pulang hari ini, tapi masih tertunda. Kemudian aya dengar tanggal 5 ada yang bisa terbang, kemungkinan bisa kembali pulang ke Indonesia tanggal 6 Maret 2026 dini hari,” bebernya.
“Doakan kami selamat, dan lancar bisa terbang menuju ke Jakarta. Semoga krisis di Timur Tengah cepat mereda,” tambah Gus Thoriq.
Menurut Gus Thoriq, jadwal kepulangan dirinya tertunda hari ini karena tidak ada penerbangan dari Jeddah menuju Indonesia.
Gus Thoriq bilang, selama menjalani ibadah Umroh, dirinya bersama 14 rombongan menginap di Al Orabi Hotel. Berjarak 400 meter dari Masjidil Haram.
“Kalau situasi di Mekkah baik baik saja. Aman aman saja, hanya jadwal kepulangan jamaah umroh agak terganggu,” tuturnya.
Kata Gus Thoriq, terjadinya penundaan kepulangan jamaah umroh berdampak pada akomodasi. Sehingga, beberapa jamaah umroh hari ini harus dibawa menuju tempat istirahat yang baru.
“Kalau batas waktu di hotel kan sudah habis ya, kalau dilanjutkan biayanya cukup mahal. Setelah ini saya harus check out dari hotel, dan ditempatkan oleh travel ke sebuah apartemen di kawasan Aziziyah sambil menunggu dibukanya jalur penerbangan,” pungkas Gus Thoriq.
Sementara itu, Ahmad Sahril selaku Komisaris Travel Haji dan Umroh Mujahidin Malang, menjelaskan, ada 14 jamaah umroh bersama dirinya yang kini tertahan di Mekkah.
“Hari ini kita booking tiket pesawat, baru bisa berangkat rencana tanggal 6 Maret 2026,” tuturnya.
Sahril menerangkan, kemarin seluruh penerbangan dibatalkan. Termasuk penerbangan dengan transit Singapura dan Surabaya. “Posisi kami saat ini masih berada di Mekkah. Setelah ini seluruh jamaah kita bawa ke apartemen Aziziyah sambil menunggu perkembangan jadwal penerbangan,” ucapnya.
Kata Sahril, situasi di Mekkah dan Madinah sejauh ini cukup aman. Hanya terjadi gangguan pada jalur penerbangan bagi jamaah umroh.
“Penerbangan dari Jeddah di cancel, kalau kemarin disuruh nunggu sampai tanggal 9 Maret 2026, kita gak mau refund, dan maskapai gak bertanggung jawab karena ini masalah global dunia katanya. Sehingga mereka pihak maskapai, tidak mau menyediakan makanan dan hotel penginapan. Apalagi harga makanan dan penginapan selama Ramadan terjadi tiga kali kenaikan. Naiknya berlipat,” beber Sahril.
Sahril menambahkan, untuk mensiasati kondisi selama menunggu jadwal penerbangan, Sahril bersama 14 jamaah Umroh terpaksa patungan. Menutup biaya pengeluaran selama beberapa hari secara gotong royong.
“Kondisi selama Ramadan harga penginapan dan makanan di Mekkah naik tiga kali lipat, sehingga kami mensiasatinya dengan cara urunan dengan jamaah. Harapan kami secepatnya bisa pulang, banyak keluarga kami khawatir, mereka menunggu kepulangan kami. Meski di disini kami aman aman saja,” pungkas Sahril.
Pewarta : Dhimas Fikri
Editor/Publisher : Rahmat Mashudi Prayoga




















































