BACAMALANG.COM – Mengisi bulan suci Ramadan 1447 H, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang kembali bersinergi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Malang menggelar Gebyar Malam Lailatul Qadar di Grand Mercure Malang Mirama, Sabtu (21/2/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program GERAK Syariah (Gebyar Ramadan Keuangan Syariah) OJK Malang sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah bagi generasi muda, khususnya anak yatim dan dhuafa.
Acara tersebut dihadiri Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Ketua Baznas Provinsi Jawa Timur Ali Maschan Moesa, Ketua Baznas Kota Malang Kasuwi Saiban, Kepala OJK Malang Farid Faletehan, serta Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang Indra Kuspriyadi.
Rangkaian kegiatan diawali dengan edukasi keuangan syariah dari OJK Malang yang mengenalkan tugas dan fungsi OJK, pengelolaan keuangan sederhana, serta pengenalan produk keuangan syariah kepada para peserta. Selanjutnya, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang memberikan edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah.
Sementara itu, Bank Jatim Syariah sebagai perwakilan Pelaku Usaha Jasa Keuangan turut memberikan edukasi terkait produk keuangan syariah, di antaranya Tabungan Santri dan Cash Waqf Linked Deposit (CWLD).
Ketua Baznas Kota Malang, Kasuwi Saiban, menuturkan bahwa terselenggaranya kegiatan ini tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak.
“Kami berharap acara ini dapat menjadi penyemangat sekaligus penguat harapan bagi anak-anak yatim dan dhuafa,” ujarnya.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat saat memberi sambutan. (ist)
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menambahkan, sinergi tersebut diharapkan membawa berkah dan manfaat, khususnya di bulan Ramadan.
“Hal ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Malang dalam memperkuat sektor pendidikan sebagai fondasi agar generasi muda terus bertumbuh, belajar, serta menjadi pribadi yang mandiri dan berdaya saing,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala OJK Malang Farid Faletehan menyampaikan bahwa kegiatan ini selaras dengan prioritas OJK dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan pada kelompok rentan.
“Melalui pembekalan ini, diharapkan para peserta tumbuh menjadi generasi yang mampu memanfaatkan pengetahuan keuangan sebagai bekal meraih masa depan yang lebih berdaya,” pungkasnya.
Pewarta/Editor: Nedi Putra AW




















































