BACAMALANG.COM – Kisah pilu Sulistiowati (59), lansia asal Papua yang sempat terlantar di Lawang, Kabupaten Malang, akhirnya menemukan titik terang. Setelah hampir tiga pekan hidup berpindah-pindah tempat pasca ditinggal wafat suaminya, kini ia resmi ditangani oleh Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur melalui UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha (PSTW) Pasuruan.
Penempatan dilakukan pada Rabu (25/2/2026) pagi oleh tim gabungan yang terdiri dari Dinsos Jatim UPT PSTW Pasuruan, Kecamatan Lawang, Polsek Lawang, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Lawang, serta relawan Arek Lawang (ARELA) Official.
“ Ibu Sulistiowati kini sudah tertangani bersama tim gabungan,” tegas Relawan ARELA, Hardian.
Panti PSTW Pasuruan menyediakan layanan komprehensif bagi lansia, mulai dari asrama, fasilitas kesehatan, hingga pembinaan sosial dan keterampilan. Tujuannya, meningkatkan kesejahteraan serta memberikan perlindungan sosial agar para lansia merasa aman dan tenteram.
Sebelumya, Sulistiowati harus meninggalkan rumah kos di Kalibiru, Lawang, setelah suaminya meninggal pada Kamis (5/2/2026). Pemilik kos khawatir tidak ada keluarga yang bisa bertanggung jawab bila terjadi sesuatu. Jenazah sang suami bahkan sempat ditanggung biaya pemakamannya sebesar Rp 2,7 juta oleh pemilik kos, karena almarhum bukan warga asli Desa Turirejo.
Relawan SAR Lawang bersama ARELA kemudian berupaya mencarikan tempat tinggal sementara. Berkat kepedulian warga Muhammadiyah Lawang, Sulistiowati sempat menempati kamar kecil yang sebelumnya tak digunakan. Selama masa itu, kebutuhan sehari-harinya ditopang oleh Polsek Lawang dan Pemuda Muhammadiyah.
Kini, dengan penanganan resmi dari Dinsos Jatim, Sulistiowati mendapatkan jaminan hidup yang lebih layak. Donatur ARELA yang enggan disebutkan namanya juga telah melunasi biaya pemakaman suaminya.
Kisah ini menjadi cermin nyata betapa rentannya lansia yang hidup sebatang kara, sekaligus menegaskan pentingnya kepedulian sosial masyarakat dan sinergi pemerintah dalam memastikan mereka tidak kehilangan tempat berpijak.
Pewarta: Aris PS/ Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga


























































