BACAMALANG.COM – Cara unik dilakukan mahasiswa Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam memaknai Ramadan. Jika takjil pada umumnya identik dengan kolak, es buah, atau makanan ringan manis, kali ini mereka justru membagikan ratusan paket sayur segar kepada para pengguna jalan.
Sebanyak 200 paket sayur yang telah tersusun rapi di halaman kampus UMM dibagikan menjelang waktu berbuka puasa. Konsep ini menjadi warna baru dalam tradisi berbagi Ramadan di lingkungan kampus, sekaligus menghadirkan pendekatan berbeda dalam memaknai takjil.
Ketua Program Studi Agribisnis UMM, M. Zul Mazwan, S.P., M.Sc., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi nyata dari keilmuan agribisnis yang tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga memberi dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan implementasi nilai agribisnis yang menekankan aspek keberlanjutan, ketahanan pangan, dan pemberdayaan produk pertanian. Berbagi sayur-mayur di bulan Ramadan menjadi simbol bahwa sektor pertanian memiliki peran strategis dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat,” ujarnya Zul Mazwan.
Dalam pelaksanaannya, Agribisnis UMM menggandeng PT Bumiaji Sejahtera sebagai mitra strategis. Perusahaan tersebut merupakan bagian dari mitra Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) dalam program Center of Excellent (CoE) yang mendukung penguatan pembelajaran berbasis praktik dan kolaborasi antara kampus dan industri.
Kolaborasi ini memastikan kualitas produk pertanian yang dibagikan tetap terjaga, sekaligus memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa dalam memahami rantai agribisnis secara langsung.
“Ada sekitar 200 paket sayur yang disiapkan oleh mahasiswa. Antusiasme masyarakat pun tinggi. Dalam waktu singkat, seluruh paket habis dibagikan, menunjukkan bahwa inovasi berbagi dalam bentuk bahan pangan segar mendapat respons positif,” jelasnya.
Keunikan lain terletak pada konsep pengemasan. Setiap paket telah disesuaikan berdasarkan satu menu masakan lengkap, seperti sop, sayur asam, sayur bayam, hingga capcay. Dengan konsep ini, penerima takjil dapat langsung mengolahnya menjadi hidangan berbuka yang sehat dan praktis.
“Kami sudah siapkan paket sayur-sayurannya berdasarkan satu menu sayur,” terangnya.
Melalui kegiatan ini, Agribisnis UMM menegaskan bahwa sektor pertanian bukan sekadar produksi komoditas, tetapi juga memiliki nilai sosial yang kuat. Reformasi berbagi dari makanan instan menuju bahan pangan segar menjadi simbol bahwa pertanian dapat hadir sebagai solusi ketahanan pangan sekaligus penggerak gaya hidup sehat masyarakat.
Ke depan, inovasi berbagi berbasis produk pertanian ini diharapkan terus berlanjut dan menjadi ciri khas Agribisnis UMM dalam menghadirkan kontribusi nyata yang menyatukan akademik, pemberdayaan ekonomi lokal, kemitraan industri, serta nilai kemanusiaan di bulan suci Ramadan.
Pewarta: Rohim Alfarizi
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga



























































