BACAMALANG.COM – Malang Town Square (Matos), menyemarakkan perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili dengan menghadirkan rangkaian acara budaya bertajuk “The Great Lunar Harmony”. Salah satu agenda utama dalam perayaan ini adalah Barongsai Show yang digelar di Hall depan Cinepolis Matos mulai pukul 15.00 WIB pada Minggu (15/2/2026) dan puncaknya adalah pada Selasa (17/2/2026), di Sky Garden pukul 10.00 WIB, dan dilanjutkan di Hall Lower Matos pada pukul 13.00 WIB.
Tak hanya Barongsai, rangkaian pertunjukan juga akan dimeriahkan dengan Leang Leong Show dan Wushu Show yang menampilkan kekuatan, kelincahan, serta nilai filosofis khas budaya Tionghoa. Acara ini semakin semarak dengan Oriental Dance by UM, Cross Culture Dance by AFE, Fashion Show Oriental by Color Model, serta iringan musik tradisional oriental.
Marcomm Manager Matos, Sasmita Rahayu, menjelaskan, bahwa Imlek tahun ini dikemas lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya, dimana rangkaian kegiatan telah digelar sejak 13 Februari 2026 dengan melibatkan ratusan siswa dari berbagai sekolah.
“Tahun ini perayaan kita lebih panjang durasinya, itu yang membedakan dengan tahun, serta adanya Kampung Pecinan yang berlangsung mulai 14 hingga 17 Februari 2026 di Upper Hall,” ungkapnya di sela kegiatan, Selasa (17/2/2026).

Salah satu stan yang menyediakan mainan dan kuliner jadul Kampung Pecinan di Hall depan Cinepolis Matos, dalam perayaan Imlek bertajuk “The Great Lunar Harmony”, Selasa (17/2/2026). (Nedi Putra AW)
Ditambahkan Sasmita, area ini menghadirkan beragam kuliner khas Imlek yang dipadukan dengan sentuhan modern serta berbagai hiburan budaya dan lomba anak-anak, sehingga perayaan yang dihelat di Matos ini cukup padat. Momen Imlek kali sangat meriah, terlebih dengan adanya cuti bersama bagi sebagian instansi pada hari Senin (16/2/2026), yang membuat libur panjang ini dimanfaatkan warga untuk berekreasi bersama keluarga. Sejak pagi hingga sore hari, warga antusias hadir dan memadati berbagai kawasan di Matos menyaksikan beragam pertunjukan bernuansa Tionghoa.
“Perkiraan pengunjung tahun ini hampir 2 kali lipat tahun kemarin, sementara sampai hari ini Matos dihadiri sedikitnya 50.000 pengunjung,” jelasnya.
Sasmita berharap melalui gelaran “The Great Lunar Harmony” ini, Matos ingin menghadirkan suasana Imlek yang meriah sekaligus menjadi ruang apresiasi terhadap keberagaman budaya. Acara ini yang terbuka untuk umum dan ini juga diharapkan dapat menjadi hiburan keluarga sekaligus sarana edukasi budaya bagi masyarakat Malang dan sekitarnya.
Pewarta/Editor: Nedi Putra AW




















































