UB Tingkatkan Penguatan Kesehatan Mental Mahasiswa Melalui Integrasi Layanan Kampus - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 7 Apr 2026 18:54 WIB ·

UB Tingkatkan Penguatan Kesehatan Mental Mahasiswa Melalui Integrasi Layanan Kampus


 Dari kiri ke kanan: Ulifa Rahma, dr. Frilya Rachma Putri, Sp.KJ.; M. Barqah Prantama, S.AP., MAP; Sofia Ambarini, S.Kom., M.M.; Dr. Raden Arief Setyawan, S.T., M.T. dalam Sosialisasi Penguatan Mental Health Mahasiswa dalam Menghadapi Permasalahan Hidup pada Selasa (7/4/2026) di Gedung Widyaloka UB, (ist) Perbesar

Dari kiri ke kanan: Ulifa Rahma, dr. Frilya Rachma Putri, Sp.KJ.; M. Barqah Prantama, S.AP., MAP; Sofia Ambarini, S.Kom., M.M.; Dr. Raden Arief Setyawan, S.T., M.T. dalam Sosialisasi Penguatan Mental Health Mahasiswa dalam Menghadapi Permasalahan Hidup pada Selasa (7/4/2026) di Gedung Widyaloka UB, (ist)

BACAMALANG.COM – Isu kesehatan mental merupakan persoalan yang kompleks dan sulit dideteksi secara langsung. Hal ini disampaikan Rektor Universitas Brawijaya (UB) Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc, dalam kegiatan Sosialisasi Penguatan Mental Health Mahasiswa dalam Menghadapi Permasalahan Hidup di Gedung Widyaloka, Selasa (7/4/2026).

Prof. Widodo menegaskan, kegiatan ini dilaksanakan untuk memperkuat sistem penanganan kesehatan mental di lingkungan kampus. Ia menilai dampak dari permasalahan mental tidak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga berpengaruh pada aktivitas akademik dan kehidupan sosial mahasiswa.

“Mental health sifatnya banyak dan sulit dideteksi. Karena itu, diperlukan keterlibatan komunitas agar penanganannya bisa berjalan lebih baik,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Rektor III UB, Dr. Setiawan Noerdajasakti, S.H., M.H., menegaskan, bahwa penguatan kesehatan mental menjadi bagian penting dalam membantu mahasiswa menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Menurutnya, tekanan yang berasal dari aspek akademik, keluarga, pertemanan, hingga ekonomi dapat memicu terganggunya stabilitas mental mahasiswa.

“Program ini penting karena menyangkut mental health dalam menghadapi permasalahan hidup yang beragam. Agar mental mahasiswa tidak down, penguatan ini perlu dilakukan sebagai bentuk komitmen UB,” ungkapnya.

Kampus UB, lanjut Setiawan, menghadirkan berbagai layanan pendukung seperti ULTKSP dan e-konseling. Upaya tersebut juga diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor, mulai dari dosen, unit keagamaan untuk pendekatan spiritual, hingga pemanfaatan teknologi informasi guna mempermudah akses layanan konseling. Selain itu, peran organisasi mahasiswa seperti DPM juga diharapkan mampu bersikap responsif dalam membantu mahasiswa yang mengalami permasalahan kesehatan mental.

Sementara dalam pemaparan materi, Kepala Subdirektorat Konseling, Pencegahan Kekerasan Seksual dan Perundungan Direktorat Kemahasiswaan UB, Ulifa Rahma, S.Psi., M.Psi., menjelaskan UB terus mengembangkan program prioritas kampus tangguh dan sehat mental.

Rektor Universitas Brawijaya (UB) Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc, dalam kegiatan Sosialisasi Penguatan Mental Health Mahasiswa dalam Menghadapi Permasalahan Hidup di Gedung Widyaloka, Selasa (7/4/2026), (ist)

Ia mengatakan, berbagai layanan telah disediakan, seperti e-konseling serta layanan hotline melalui Lembaga Kedaulatan Mahasiswa (LKM) UB guna memberikan akses yang lebih luas bagi mahasiswa.

“Kami menghadirkan layanan yang mudah dijangkau agar mahasiswa memiliki ruang aman untuk menyampaikan permasalahan yang dihadapi,” jelasnya.

Pada sisi lain, Kaprodi Psikiatri Fakultas Kedokteran UB, dr. Frilya Rachma Putri, Sp.KJ., menyoroti bahwa tantangan kesehatan mental mahasiswa semakin kompleks dan tidak dapat disederhanakan. Menurutnya, krisis mental umumnya muncul akibat akumulasi berbagai tekanan.

“Mahasiswa jarang mengalami krisis karena satu sebab. Tekanan mental tumbuh dari tumpukan faktor seperti keluarga, relasi, akademik, hingga ketidaktahuan mencari bantuan,” terangnya.

Ia menilai, kampus perlu mengubah pendekatan menjadi lebih proaktif dengan membangun sistem deteksi dini.

“Kampus tidak bisa hanya reaktif, tetapi harus memiliki radar untuk membaca sinyal awal,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya membangun sistem layanan yang mencakup aspek promotif, preventif, dan kuratif, serta didukung dengan budaya pendengar aktif di lingkungan kampus.

Ketua Program Indonesia Sehat Jiwa, Sofia Ambarini, S.Kom., M.M., menambahkan bahwa penanganan kesehatan mental harus dilakukan secara menyeluruh. Ia menyebut bahwa kerja sama dengan UB mencakup dukungan tenaga ahli serta layanan darurat sebagai bagian dari sistem penanganan krisis.

“Penanganan kesehatan mental tidak bisa parsial, tetapi harus mencakup aspek promotif, preventif, kuratif, hingga rehabilitatif,” ujarnya.

Materi juga dibahas dari sisi teknologi, yakni Direktur Teknologi Informasi UB, Dr. Raden Arief Setyawan, S.T., M.T., yang menjelaskan bahwa UB telah mengembangkan sistem informasi untuk mendukung pemantauan kondisi mahasiswa melalui platform seperti SIAM dan SIADO.

Dikatakan Raden Arief, sistem ini memungkinkan dosen, mahasiswa, hingga orang tua untuk memonitor aktivitas akademik yang berkaitan dengan kondisi mahasiswa.

“Kami juga mengembangkan pemanfaatan AI untuk merangkum hasil survei yang kemudian dikombinasikan dengan penilaian dosen dan pihak kemahasiswaan untuk analisis lebih lanjut,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, UB berharap dapat membangun ekosistem kesehatan mental yang lebih kuat dan terintegrasi, sehingga mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki ketahanan mental dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Pewarta/Editor: Nedi Putra AW

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Perkuat Layanan Air Bersih, Wali Kota Malang Tekankan Profesionalisme Pengurus SPAM

7 April 2026 - 19:09 WIB

Ngopi Bareng Penuh Makna, Polisi dan Elemen Masyarakat Perkuat Sinergi Jaga Kondusivitas Kota Malang

7 April 2026 - 18:40 WIB

Gabungan LSM Malang Raya Solid Dukung Kejari Batu, Desak Pengusutan Tuntas Dugaan Korupsi Kios Pasar Among Tani

7 April 2026 - 17:49 WIB

Perkuat Zero Halinar, Lapas Malang Gelar Razia Gabungan Libatkan TNI-Polri

7 April 2026 - 17:44 WIB

Dugaan Korupsi Kios Pasar Among Tani, Giliran 12 Pedagang Diperiksa Kejari Batu

7 April 2026 - 17:26 WIB

Polisi Bekuk Pemuda Lawang Diduga Jadi Pengedar Sabu

7 April 2026 - 16:47 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !