Film Sains Fiksi Pelangi di Mars Resmi Tayang, Angkat Isu Krisis Air Global dengan Teknologi XR - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

RAGAM · 18 Mar 2026 21:55 WIB ·

Film Sains Fiksi Pelangi di Mars Resmi Tayang, Angkat Isu Krisis Air Global dengan Teknologi XR


 Satu keluarga menyimak poster saat akan menonton film Pelangi di Mars di Cinepolis Malang Town Square (Matos) di Malang, Jawa Timur, Rabu (18/3/2026). (Nedi Putra AW)
Perbesar

Satu keluarga menyimak poster saat akan menonton film Pelangi di Mars di Cinepolis Malang Town Square (Matos) di Malang, Jawa Timur, Rabu (18/3/2026). (Nedi Putra AW)

BACAMALANG.COM – Film sains fiksi Pelangi di Mars resmi tayang serentak di bioskop Indonesia mulai Rabu (18/3/2026). Karya terbaru dari Mahakarya Pictures ini tak hanya menyuguhkan petualangan imajinatif, tetapi juga mengangkat isu krisis air global dengan balutan teknologi sinematik mutakhir. Penayangan perdana juga hadir di berbagai kota, termasuk di Cinepolis Malang Town Square (Matos) di Malang, Jawa Timur.

Film ini disutradarai oleh Upie Guava, mengambil latar tahun 2100-an saat Bumi mengalami krisis air yang mengancam kelangsungan hidup manusia. Harapan justru muncul dari Mars, planet Merah yang telah menjadi koloni manusia. Tokoh utama Pelangi, anak pertama yang lahir di Mars, memulai petualangan berbahaya untuk mencari Zeolit Omega—mineral langka yang diyakini mampu menghasilkan air dalam jumlah besar. Ia mengikuti jejak ibunya, Pratiwi, seorang astronot yang lebih dulu menemukan petunjuk tentang mineral tersebut. Dalam perjalanannya, Pelangi ditemani robot-robot sahabatnya, sekaligus harus menghadapi ancaman dari Nerotek, korporasi raksasa yang menguasai sumber air dan berusaha merebut mineral tersebut.

Film ini dibintangi oleh Messi Gusti, Lutesha, Myesha Lin, Rio Dewanto, dan Livy Renata, serta didukung pengisi suara seperti Kristo Immanuel dan Gilang Dirga. Proses produksi Pelangi di Mars memakan waktu hampir enam tahun dan melibatkan ratusan talenta kreatif dari seluruh Indonesia, mulai dari animator hingga visual effect artist. Film ini juga mencatatkan diri sebagai salah satu film Indonesia pertama yang menggunakan teknologi Extended Reality (XR) secara masif, yaitu metode produksi yang menggabungkan pengambilan gambar nyata dengan lingkungan virtual tiga dimensi. Teknologi ini memungkinkan visual yang lebih detail, termasuk pencahayaan, bayangan, hingga refleksi pada objek seperti robot.

Produser Dendi Reynando menyebut film ini sebagai karya kolektif yang melibatkan banyak talenta kreatif Indonesia.
“Film ini bukan hanya milik saya dan sutradara, tetapi milik ratusan orang yang telah menaruh hatinya di sini,” ungkapnya.
Sementara itu, Upie Guava menegaskan bahwa Pelangi di Mars merupakan bentuk dedikasi besar para seniman visual Indonesia.
“Ini bukan sekadar proyek, tetapi sebuah gerakan. Kami persembahkan untuk anak-anak Indonesia dan semua yang percaya pada kekuatan mimpi,” ujarnya.

Selain menyajikan hiburan, film ini juga membawa pesan edukatif tentang krisis air global di masa depan. Karakter Pratiwi sendiri terinspirasi dari ilmuwan Indonesia, Pratiwi Sudarmono, yang pernah terpilih sebagai calon antariksawan NASA pada 1985.
Menariknya, seluruh proses produksi film ini dikerjakan oleh talenta Indonesia, termasuk dalam penggarapan musik yang turut mengangkat unsur lagu nasional.

Film Pelangi di Mars menjadi salah satu tontonan keluarga yang direkomendasikan selama libur Lebaran. Penonton juga dapat memanfaatkan promo Buy One Get One Free (BOGOF) melalui aplikasi seperti M-TIX, TIX ID, CGV Cinemas, dan Cinépolis. Untuk informasi lebih lanjut mengenai jadwal tayang dan konten eksklusif, silakan ikuti akun resmi di @pelangidimars dan @mahakaryapictures.

Pewarta/Editor: Nedi Putra AW

Artikel ini telah dibaca 34 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

“Ngleremno Ati” Akan Digelar, Ruang Bunyi dan Jagongan Seni ala Kelompok Bermain Mlebu Metu

5 Mei 2026 - 16:53 WIB

Kelompok Penyanyi Jalanan dari Berbagai Daerah Bersatu di Bulungan, Rayakan Ulang Tahun ke-44

3 Mei 2026 - 01:06 WIB

Malang Youth Day 2026: Pentas Seni Lintas Agama di HKY Kayutangan, Gaungkan Moderasi dan Peran Aktif Anak Muda

30 April 2026 - 11:10 WIB

Kompak dan Berdaya, Emak-Emak PKH Pakisaji Perkuat Kapasitas Lewat “Belajar Bareng, Seneng Bareng”

27 April 2026 - 17:42 WIB

“Kartini Aero Smash” Jadi Ajang Unjuk Gigi Atlet Perempuan Malang Raya

26 April 2026 - 21:51 WIB

SKARIGA Merjos Lari 112: 1.800 Siswa Gaungkan Gerakan Anti Plastik dan Semarakkan HUT Kota Malang

25 April 2026 - 21:11 WIB

Trending di RAGAM

©Hak Cipta Dilindungi !